GAPKI: Produksi CPO September 2025 Turun 22,32 Persen

  • 29 Nov 2025 18:06 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada September 2025 mengalami penurunan sebesar 22,32 persen menjadi 3,932 juta ton, dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 5,062 juta ton.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan, penurunan juga terjadi pada produksi minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) yang turun menjadi 366 ribu ton dari sebelumnya 481 ribu ton pada Agustus. Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO September berada di angka 4,29 juta ton.

Meski secara bulanan mengalami penurunan, secara tahunan atau year on year (YoY) hingga September 2025, total produksi CPO dan PKO mencapai 43,3 juta ton atau naik 11,30 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 38,9 juta ton.

Dari sisi konsumsi dalam negeri, GAPKI mencatat penurunan dari 2,1 juta ton pada Agustus menjadi 2,05 juta ton pada September 2025. Penurunan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang turun menjadi 1,07 juta ton atau terkoreksi 3,69 persen. Sementara konsumsi pangan turun 1,61 persen menjadi 793 ribu ton. Di sisi lain, konsumsi oleokimia justru meningkat 3,83 persen menjadi 190 ribu ton.

Penurunan juga terjadi pada kinerja ekspor. Total ekspor produk sawit pada September 2025 tercatat turun 36,65 persen menjadi 2,2 juta ton dibandingkan Agustus yang mencapai 3,47 juta ton. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor minyak sawit olahan yang turun 32,86 persen, disusul CPO yang anjlok 81,58 persen, serta oleokimia yang turun 53,27 persen.

Seiring turunnya volume ekspor, nilai ekspor produk sawit pada September 2025 juga turun 33,80 persen dari US$ 3,819 miliar pada Agustus menjadi US$ 2,528 miliar. Namun secara kumulatif hingga September 2025, nilai ekspor sawit mencapai US$ 27,313 miliar atau meningkat 39,85 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar US$ 19,530 miliar.

“Peningkatan nilai ekspor ini dipengaruhi oleh kenaikan harga rata-rata Januari–September 2025 sebesar US$ 1.210 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dibanding periode yang sama 2024 sebesar US$ 1.020 per ton,” ujar Mukti dalam laporan GAPKI, Kamis (27/11/2025).

Dengan stok awal September sebesar 2,54 juta ton, produksi 4,29 juta ton, konsumsi dalam negeri 2,05 juta ton, serta ekspor 2,2 juta ton, GAPKI memperkirakan stok akhir minyak sawit Indonesia pada September 2025 berada di kisaran 2,59 juta ton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....