Keris, Identitas Budaya Bangsa di Hari Keris Nasional
- 18 Apr 2026 16:26 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Hari Keris Nasional diperingati setiap 19 April sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu warisan budaya bangsa yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Keris tidak hanya dikenal sebagai senjata tradisional, tetapi juga simbol identitas, spiritualitas, serta kearifan lokal masyarakat Indonesia.
Menteri Kebudayaan menetapkan tanggal ini untuk melestarikan budaya Indonesia, terutama setelah keris diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 25 November 2005. UNESCO menetapkan keris sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian keris di tingkat nasional maupun internasional.
Secara historis, keris telah dikenal sejak berabad-abad lalu dan berkembang pesat pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram. Pada masa itu, keris tidak hanya digunakan sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol status sosial, pusaka keluarga, hingga perlengkapan dalam upacara adat.
Setiap keris memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bentuk bilah, jumlah lekukan (luk), hingga motif pamor yang diyakini memiliki makna filosofis tertentu. Proses pembuatannya pun tidak sembarangan, karena dilakukan oleh empu sebutan bagi perajin keris dengan teknik khusus yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam perkembangannya, keris mengalami transformasi fungsi. Jika dahulu lebih identik sebagai senjata, kini keris lebih banyak dipandang sebagai benda budaya yang memiliki nilai seni tinggi. Keris juga menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat dan tradisi di sejumlah daerah di Indonesia.
Peringatan Hari Keris Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa. Berbagai kegiatan biasanya digelar, mulai dari pameran keris, seminar budaya, hingga edukasi mengenai filosofi dan sejarah keris.
Di tengah arus globalisasi, upaya pelestarian keris menghadapi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan warisan ini agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Hari Keris Nasional tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga refleksi bahwa budaya adalah bagian penting dari jati diri bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. (Falen Nelwan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....