Wagub PT Tegaskan Pengelolaan Organisasi Olahraga Harus Bebas Dari Politik
- 15 Sep 2026 12:44 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Guna mematangkan struktur organisasi dan mempersiapkan Kongres Luar Biasa untuk menetapkan kepengurusan definitif yang sah secara hokum, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah menggelar Kongres Biasa di Nabire, Papua Tengah.
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah secara resmi menggelar Kongres Biasa Tahun 2026 dipusatkan di , Aula Hotel Yahor Inn Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat 11 September 2026. Agenda forum ini menjadi batu pijakan penting dalam menata fondasi organisasi dan memantapkan arah pembentukan kepengurusan definitif PSSI di provinsi tersebut.
Kongres dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, serta dihadiri Plt. Sekretaris Jenderal PSSI Papua Tengah Muhammad Haikal Mikhail, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), jajaran KONI Papua Tengah, hingga utusan Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley menekankan bahwa setiap elemen memiliki hak yang sama untuk memimpin dan memajukan PSSI Papua Tengah.
Ia mengingatkan agar pengelolaan organisasi olahraga terbebas dari kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.
"Di PSSI itu tidak ada main uang dan independensi harus dijaga. Bekerjalah takut akan Tuhan. Kita harus bersatu merangkul pemuda untuk membangun Papua Tengah dan melahirkan prestasi sepak bola yang bisa bersaing di tingkat nasional."Tegas Deinas Geley
Wagub juga mendorong agar pembinaan pesepak bola dilakukan secara adil dan merata. Setiap talenta muda dari Nabire, Timika, Paniai, Dogiyai, hingga Puncak Jaya harus mendapatkan porsi kesempatan yang setara untuk berkembang.
Sementara itu, Plt. Sekjen PSSI Papua Tengah, Muhammad Haikal Mikhail, menjelaskan bahwa Kongres Biasa 2026 berfokus pada pengesahan program kerja serta penyelarasan regulasi organisasi sebelum melangkah ke pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih pengurus definitif.
"Selama dua tahun terakhir, denyut nadi sepak bola di Papua Tengah ini mulai terasa kencang. Penyelenggaraan Piala Soeratin hingga bergulirnya Liga 4 menjadi bukti bahwa mesin organisasi mulai panas. Bahkan, klub-klub lokal mulai berani unjuk gigi di pentas nasional," ujar Haikal sembari mengakui para penggerak Sepak Bola Papua Tengah. "Namun, semangat saja tidak cukup. Legalitas menjadi harga mati," tandasnya.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan berharap tata kelola sepak bola di Papua Tengah semakin solid dan profesional, sehingga mampu melahirkan generasi emas pesepak bola Tanah Papua di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....