DLH Nabire Pastikan Pembangunan Tetap Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
- 14 Agt 2026 04:38 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) bukan sekedar memenuhi amanat peraturan perundang-undangan lebih dari itu klhs merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Penegasan itu, dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Nanang Subekti S.Sos.,M.Si., saat membacakan sambutan Kepala DLH Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST.,MT., pada pembukaan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nabire Tahun 2026 – 2046. Bertempat di Aula RRI Jalan merdeka Nabire, Senin 10 Agustus 2026.
Dikatakan, pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua kepentingan yang saling bertentangan melainkan dua hal yang harus berjalan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat baik saat ini maupun bagi generasi yang akan dating.
“Kabupaten Nabire menjadi sangat strategis karena akan menjadi pedoman pembangunan selama 20 tahun ke depan dokumen ini harus mampu mengakomodasi arah pembangunan daerah mendukung penguatan konsumsi Kabupaten Nabire sebagai ibukota provinsi Papua Tengah sekaligus selaras dengan kebijakan penataan ruang nasional dan provinsi sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah,” jelasnya.
Nabire menghadapi tantangan yang semakin kompleks pertumbuhan kawasan perkotaan peningkatan investasi pembangunan infrastruktur dan kebutuhan ruang yang terus berkembang harus diimbangi dengan perlindungan kawasan lindung pengelolaan daerah aliran sungai pelestarian kawasan pesisir pengendalian risiko bencana serta penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim
“Di sisi lain kita juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pembangunan tetap menghormati hak masyarakat adat, menjaga nilai moral, dan mempertahankan ekologi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Papua,” tegasnya.
Untuitu melalui forum ini Arfan Palumpun, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan yang objektif berbasis data dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang klhs harus mampu mengidentifikasi isu-isu strategis lingkungan secara komprehensif sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan RT RW yang berkualitas implementasi dan berkelanjutan
“Saya meyakini bahwa keberhasilan ruang tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen yang disusun tetapi juga oleh komitmen kita dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi perlindungan lingkungan hidup dan keadilan sosial itulah esensi pembangunan berkelanjutan yang harus kita wujudkan di kabupaten Nafiri yang kita cintai,” ungkapnya.
DLH Nabire, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam melaksanakan kegiatan ini semoga forum ini menghasilkan kesepahaman dan rekomendasi yang bermanfaat bagi penyusunan klhs dan revisi RTRW Kabupaten Nabire tahun 2026-2046.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....