Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Matangkan Pendirian Perguruan Tinggi

  • 11 Agt 2026 06:02 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Yosafat Nawipa, S.P.d menegaskan bahwa pihaknya terus mematangkan persiapan pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Perguruan tinggi yang disiapkan tersebut bernama Institut Kesehatan Anigou Nabire, dengan tiga program studi yang akan menjadi fokus utama, yakni Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hukum Bisnis, serta Administrasi Rumah Sakit.

“Kami bangga dengan penyiapan-penyiapan ini. Kami antusias dengan kedatangan tim untuk mempersiapkan digitalisasi melalui video ini, sehingga harapan kami rekomendasi maupun izin dapat terlaksana pada tahun 2026,” ujar Yosafat.

“Harapan kami tahun depan, 2027, sudah bisa menerima mahasiswa. Kami menempuh tiga program studi, yaitu hukum bisnis, administrasi rumah sakit dan keselamatan kesehatan kerja,” katanya.

Yosafat menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurut dia, pembangunan di Papua Tengah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai kebutuhan daerah.

“Kalau sumber daya manusia sudah siap, berarti apa pun yang kita lakukan akan bisa kita selesaikan untuk membangun daerah kita, khususnya Papua Tengah. Tanpa pendidikan, tidak akan selesai,” tuturnya.

Persiapan Sarana dan Prasarana

Dalam proses pendirian Institut Kesehatan Anigou Nabire, yayasan juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta tenaga pengajar.

Yosafat menjelaskan bahwa dokumentasi berupa video yang dilakukan tim internal merupakan bagian dari proses pengajuan dan penilaian pendirian perguruan tinggi secara digital.

Seluruh dokumentasi yang telah disiapkan nantinya akan diunggah melalui sistem akreditasi perguruan tinggi secara daring sebagai bagian dari tahapan penilaian terhadap kesiapan pendirian perguruan tinggi.

Ia menyebut proses pendirian perguruan tinggi saat ini mengikuti mekanisme dan perkembangan kebijakan pemerintah pusat.

“Kalau video ini selesai, berarti mungkin arahnya untuk izinnya. Sekarang sudah ada perubahan-perubahan, sehingga prosesnya dari pusat,” jelasnya.

Fokus Digitalisasi dan Laboratorium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....