Ekidna Paruh Panjang, Mamalia Unik Papua yang Bertelur dan Memiliki Duri Pelindung
- 26 Jul 2026 21:52 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Papua memiliki kekayaan satwa endemik yang luar biasa, salah satunya adalah ekidna paruh panjang (Zaglossus bruijnii). Hewan unik ini menjadi salah satu mamalia paling langka di dunia karena memiliki kombinasi ciri yang tidak biasa: tubuh berduri seperti landak, moncong panjang seperti paruh, dan berkembang biak dengan cara bertelur.
Ekidna paruh panjang termasuk kelompok monotremata, yaitu mamalia yang bereproduksi dengan bertelur. Kelompok ini sangat istimewa karena hanya terdapat beberapa jenis di dunia, termasuk ekidna dan platipus. Meskipun bertelur, hewan ini tetap menyusui anaknya seperti mamalia lainnya.
Satwa ini merupakan hewan asli Pulau Papua dan beberapa wilayah di sekitarnya. Habitatnya berada di kawasan hutan pegunungan, hutan hujan tropis, serta daerah dengan tanah lembap yang menyediakan banyak sumber makanan. Ekidna paruh panjang dikenal sebagai hewan yang pemalu dan lebih sering beraktivitas secara tersembunyi di dalam hutan.
Ciri utama ekidna paruh panjang adalah moncongnya yang panjang dan sempit. Bagian tersebut digunakan untuk mencari makanan di dalam tanah. Dengan bantuan lidah yang panjang dan lengket, ekidna menangkap mangsa seperti cacing tanah, serangga, dan hewan kecil lainnya.
Tubuhnya dilindungi oleh rambut kasar dan duri yang berfungsi sebagai pertahanan dari ancaman predator. Saat merasa terancam, ekidna akan menggulung tubuh atau bersembunyi di antara tanah dan dedaunan agar sulit diserang.
Berbeda dengan mamalia lain yang memiliki gigi, ekidna paruh panjang tidak mempunyai gigi. Hewan ini menghancurkan makanannya menggunakan bagian mulut dan lidahnya yang kuat. Adaptasi tersebut membuatnya mampu bertahan hidup dengan makanan yang tersedia di lingkungan hutan.
Namun, keberadaan ekidna paruh panjang saat ini semakin terancam. Hilangnya habitat akibat pembukaan hutan, perburuan, serta aktivitas manusia menjadi penyebab menurunnya populasi satwa langka ini. Ekidna paruh panjang termasuk salah satu hewan yang mendapat perhatian serius dalam upaya konservasi karena populasinya sulit ditemukan di alam liar.
Di Papua, ekidna paruh panjang bukan hanya menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan. Hewan ini menjadi bukti bahwa evolusi mampu menciptakan bentuk kehidupan yang sangat unik dan berbeda dari mamalia pada umumnya.
Upaya menjaga hutan Papua menjadi langkah penting untuk melindungi ekidna paruh panjang dan berbagai satwa endemik lainnya. Kelestarian ekosistem hutan tidak hanya menjaga keberadaan hewan langka, tetapi juga mempertahankan warisan alam yang menjadi kebanggaan generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....