Mengenal Sejarah dan Tema Hari Lebah Sedunia 2026
- 23 Mei 2026 14:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Dunia kembali memperingati Hari Lebah Sedunia atau World Bee Day setiap 20 Mei. Peringatan internasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global mengenai peran lebah dan serangga penyerbuk lainnya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan ketahanan pangan dunia.
Berdasarkan situs resmi Food and Agriculture Organization (FAO), Hari Lebah Sedunia mulai diperingati sejak tahun 2018 setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 20 Mei sebagai World Bee Day. Penetapan tersebut merupakan usulan Pemerintah Slovenia bersama organisasi peternak lebah dunia, Apimondia, yang mendapat dukungan internasional.
Tanggal 20 Mei dipilih untuk mengenang kelahiran Anton Janša pada tahun 1734. Ia dikenal sebagai pelopor perlebahan modern asal Slovenia yang berjasa mengembangkan teknik budidaya lebah di Eropa. Tradisi beternak lebah di Slovenia juga menjadi salah satu alasan kuat lahirnya peringatan internasional tersebut.
Pada peringatan Hari Lebah Sedunia 2026, FAO mengangkat tema “Bee Together for People and the Planet: A Partnership That Sustains Us All” atau “Bersama Lebah untuk Manusia dan Planet: Kemitraan yang Menopang Kehidupan Kita Semua”. Tema ini menyoroti hubungan erat antara manusia dan lebah yang telah berlangsung selama ribuan tahun dalam mendukung pangan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.
FAO menjelaskan, tema tahun 2026 juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengetahuan tradisional dan teknologi modern untuk menciptakan sistem perlebahan yang berkelanjutan. Selain itu, peringatan tahun ini mendorong perlindungan terhadap kesehatan lebah sekaligus mendukung kesejahteraan para peternak lebah, termasuk perempuan dan generasi muda di berbagai negara.
Lebah memiliki peran vital dalam proses penyerbukan tanaman pangan. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 75 persen tanaman pangan dunia bergantung, setidaknya sebagian, pada proses penyerbukan oleh lebah dan serangga lainnya. Penyerbuk juga membantu menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan lingkungan.
Namun, populasi lebah di berbagai belahan dunia terus mengalami penurunan akibat perubahan iklim, penggunaan pestisida berlebihan, hilangnya habitat alami, serta praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi produksi pangan global dan kelestarian ekosistem.
Makna Hari Lebah Sedunia tidak hanya menjadi pengingat tentang pentingnya lebah bagi kehidupan manusia, tetapi juga ajakan bagi masyarakat dunia untuk menjaga lingkungan dan melindungi habitat penyerbuk. Upaya sederhana seperti menanam bunga ramah lebah, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, dan mendukung produk lokal hasil peternak lebah dinilai dapat membantu menjaga populasi lebah tetap lestari. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....