Sejarah dan Tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
- 23 Mei 2026 14:49 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Setiap tanggal 22 Mei, dunia memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional atau International Day for Biological Diversity. Peringatan ini dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga keberagaman makhluk hidup dan ekosistem di bumi.
Awalnya, peringatan ini dirayakan setiap 29 Desember untuk menandai berlakunya Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1993. Namun, pada tahun 2000, PBB memutuskan memindahkan tanggal peringatan menjadi 22 Mei. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan diadopsinya teks Konvensi Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei 1992. Perubahan ini juga dilakukan agar peringatan tidak berdekatan dengan masa libur akhir tahun di banyak negara.
Hari Keanekaragaman Hayati Internasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa keberagaman flora, fauna, dan ekosistem sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati menyediakan sumber pangan, obat-obatan, udara bersih, hingga menjaga keseimbangan iklim dunia. Namun, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, polusi, dan eksploitasi alam terus mengancam keberlangsungan berbagai spesies di dunia.
Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Acting Locally for Global Impact” atau “Bertindak Lokal untuk Dampak Global”. Tema ini menekankan bahwa aksi kecil dari masyarakat, komunitas, pemerintah daerah, hingga generasi muda dapat memberikan dampak besar bagi perlindungan lingkungan dunia. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....