GKI Solafide Melaksanakan Ibadah Minggu Sengsara VI Bernuansa Kontekstual

  • 22 Mar 2026 21:05 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Melalui Minggu Sengsara umata Kristiani diajak mengenang sengsara Yesus Menjadi momen untuk merenungkan perbuatan manusia dan memperbaharuai iman, serat bangkit dari keterpurukan.

Bertempat di Gedung Gereja Jemaat GKI Solafide KPR Nabarua Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Masa Sengsara VI (6) Minggu 22 Maret 2026, dipimpin Pdt. Sandie N Isak S.Th., dan dihadiri ratusan jemaat.

Dalam khotbahnya Pdt. Sandie Isak mengutip dari Kitab Markus Pasal 14 Ayat 32 ayatnya yang ke 42 dengan perikop pembacaan, Di Taman Getsemani, sedangkan tema besar untuk renungan bersama jemaat yakni Tetap berjaga dan berdoa ditengah penderitaan.

"Doa adalah kekuatan saat menghadapi penderitaan, sebagai orang percaya doa adalah kebutuhan hidup yang menyatakan rasa ketergantungan hidup manusia dengan Tuhan, untuk itu kita diajak tetap berjaga dan berdoa sehingaa tidak jatuh dalam berbagai pencobaan hidup," jelasnya.

Minggu sengsara atau masa Prapasakah adalah masa perenungan selamah 7 minggu yang berfokus pada kisa penderitaan, kematian, dan jalan ketaatan Yesus Kristus menujua salib. Masa ini merupakan waktu pertobatan, refleksi, dan puasa bagi umat Kristiani untuk merenungkan pengorbanan Yesus.

Pdt. Sandie Isak menegasakan bahwa penderitaan Kristus membawa kemenagan bagi umat manusia. Ia mengajak umat agar tidak takut menghadapi penderitaan, serta taat serti Kristus, dan hidup melayai.

"Tugas melayani bukan hanya untuk para pemimpin gereja, pendeta, dan majelis saja, tetapi untuk semua orang percaya, seorang pelayan Tuhan harus melayanai dengan kerendahan hati, tampa memandang siapa yang dilayani. Dan pelayanan yang diberikan bukan untuk mencari pujian, popularitas atau fasilitas, tetapi melayanai dengan tulus dan iklas," tegasnya.

Pelayanan ini harus didasarkan pada kasih, dilakukan dengan kesungguhan dan integritas serta mencerminkan karakter Kristus dalam segala aspek kehidupan, baik di dalam maupun di luar gereja.

Ibadah yang berlangsung di Jemaat GKI Solafide KPR Nabarua Nabire, bernuangsa kontekstual yakni mengunakan busana adat dari masing-masing suku, dan yang bertugas pada kesempatan itu dari etnis Sulawesi Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....