Pentingnya Edukasi Gizi pada Momentum Hari Gizi Nasional

  • 24 Jan 2026 05:08 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire- Acara sore ceria merupakan salah suatu acara siaran obrolan yang selalu menghadirkan narasumber yang kreatif dan berkomputen, Sehingga bisa dapat berbagi suatu pengalam hidup yang baik kepada kaula muda pro 2. Kali ini sudah hadir bersama kedua narasumber di studio pro 2 nabire bersama Supriyanto ( Ketua Persagi Nabire ) dan Nur Indah Fitriani Ibrahim (Staff Bidang Gizi Dinas Kesehatan Nabire) pada hari Jumat 23 Januari 2026, Dalam obrolan sore ceria kali ini dengan Topik Pentinganya edukasi gizi pada momentum Hari Gizi Nasional 2026.

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) 2026, Supri yanto menjelaskan bahwa edukasi gizi kembali menjadi sorotan utama sebagai fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Momentum kali ini menjadi pengingat bahwa perbaikan gizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga pemahaman masyarakat terhadap pola konsumsi yang seimbang dan berkelanjutan.

"Masalah gizi di Indonesia masih menjadi tantangan serius, mulai dari stunting pada anak, anemia pada remaja dan ibu hamil, hingga meningkatnya kasus obesitas dan penyakit tidak menular. Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi gizi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada sejak usia dini hingga dewasa," Ucap Supri yanto.

Hari Gizi Nasional 2026 menekankan pentingnya peran edukasi gizi dalam membentuk perilaku makan yang sehat dengan melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman. Serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan.

Selain itu juga edukasi gizi berperan dalam meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya pemantauan status gizi anggota keluarga, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

Pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dalam memperluas jangkauan edukasi gizi melalui sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan media digital. Pendekatan yang inovatif dan mudah dipahami menjadi kunci agar pesan gizi dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Suprti yanto berharap dengan melalui peringatan Hari Gizi Nasional pada 2026, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya edukasi gizi semakin meningkat.

Dengan pemahaman gizi yang baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....