CKG Temukan 40,9 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi

  • 31 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat karies gigi atau gigi berlubang menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Secara nasional, karies gigi ditemukan pada 40,9 persen anak yang telah menjalani pemeriksaan.

Data tersebut menjadi perhatian pemerintah karena program CKG Anak Sekolah tidak hanya ditujukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan, tetapi juga memastikan hasil pemeriksaan ditindaklanjuti. Dikutip dari Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, hingga Agustus 2026, program CKG telah melayani 15,2 juta siswa dari target 50 juta anak sekolah di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan CKG Anak Sekolah menjadi pintu masuk untuk mendeteksi berbagai persoalan kesehatan sejak dini. Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah masalah, mulai dari gigi berlubang, anemia pada remaja putri, peningkatan tekanan darah hingga penumpukan kotoran telinga atau serumen impaksi.

"Edukasi memang penting, tetapi aspek kesehatan merupakan bekal utama bagi mereka untuk bertumbuh dengan baik dan menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang unggul. Kita tidak hanya sekadar memeriksa, tetapi temuan ini harus ditindaklanjuti bersama lintas sektor," ujar Dante saat meninjau pelaksanaan CKG Anak Sekolah di SMPN 5 Kota Bogor, Jawa Barat pada 28 Agustus lalu.

Selain karies gigi, Kemenkes menemukan persoalan gizi pada anak sekolah. Indonesia masih menghadapi beban ganda masalah gizi, yakni gizi kurang sekaligus gizi lebih. Data CKG menunjukkan prevalensi obesitas pada anak sekolah secara nasional mencapai 7,2 persen.

Di Kota Bogor, persoalan karies gigi bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan angka nasional, yakni mencapai 48,79 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan cakupan CKG di wilayah tersebut telah mencapai 49,62 persen melalui inovasi layanan bergerak bernama CKG Smart.

"Di Bogor angka karies mencapai 48,79 persen. Untuk merespons temuan ini dan tantangan akses, kami menginisiasi inovasi CKG Smart yang mobile dan responsif untuk memberikan terapi awal terintegrasi langsung ke sekolah-sekolah," kata Erna.

Kemenkes juga mengintegrasikan hasil CKG dengan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau 1.000 HPK. Pendekatan tersebut mencakup kesehatan sebelum kehamilan, masa kehamilan hingga kelahiran, kesehatan bayi di bawah dua tahun, serta penguatan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada jenjang SMP dan SMA, pemeriksaan kesehatan dinilai penting karena menjadi kesempatan untuk melakukan intervensi terhadap kesehatan remaja sebelum memasuki fase kehamilan dan menjadi orang tua. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya menyasar kondisi kesehatan saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi berikutnya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan kesehatan siswa. Menurutnya, pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah membutuhkan sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, serta perlindungan anak.

“Kami mengapresiasi inisiatif Pak Wamenkes yang mengundang kami bersama Wamen PPPA. Ini menunjukkan sinergi karena CKG Sekolah dilaksanakan di ruang pendidikan dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama,” ujar Fajar.

Pemerintah berharap publikasi hasil CKG dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan tenaga pendidik mengenai berbagai risiko kesehatan yang dihadapi anak sekolah. Temuan tersebut juga diharapkan mendorong penerapan pola hidup sehat di keluarga serta mengoptimalkan kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Melalui CKG Anak Sekolah, pemerintah tidak hanya mengejar cakupan pemeriksaan, tetapi juga mendorong agar setiap temuan kesehatan dapat ditangani lebih lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sejak usia sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....