Kunjungi Anak Korban Kekerasan, Wabup Dairi Pastikan Perlindungan dan Pemulihan

  • 22 Agt 2026 18:16 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Dairi - Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, mengunjungi AGP (7) anak korban kekerasan dan kasusnya viral yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan, serta penanganan dan pemulihan secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.

Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin korban hanya mendapatkan penanganan medis, tetapi juga pendampingan psikologis secara berkelanjutan hingga kondisi anak benar-benar membaik.

Ia meminta Dinas Sosial, jajaran medis RSUD Sidikalang, dan terutama Dinas P3AP2KB untuk terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi korban.

Pendampingan psikologis dan trauma healing juga harus dilakukan secara intensif agar trauma yang dialami anak dapat ditangani dengan baik.

“Yang paling utama adalah memastikan anak ini mendapat perlindungan, pemulihan kesehatan fisik dan mental. Kita meminta seluruh pihak terkait terus memonitor perkembangannya, memberikan trauma healing, dan memastikan kebutuhan nutrisinya juga terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi anak korban kekerasan membutuhkan perhatian khusus dan tidak boleh ditangani hanya dalam jangka pendek. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memastikan kebutuhan korban selama proses pemulihan berjalan.

Wahyu juga memastikan Pemerintah Kabupaten Dairi akan memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Pemkab Dairi akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya Polres Dairi, untuk memantau perkembangan proses hukum.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Dairi. Kita ingin memastikan kasus ini terus dipantau sehingga ada kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” ucapnya.

Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban, terlebih pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

“Apapun alasannya, kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan. Apalagi korban masih anak-anak dan membutuhkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya,” kata Wahyu.

Atas peristiwa ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan dan aparat penegak hukum dalam memastikan keselamatan serta masa depan korban. Dan yang tidak kalah penting adalah komunikasi antar warga sehingga kasus serupa tidak terulang atau akan segera mendapat tanggapan dan penanganan bila kembali terulang.

Sementara itu, Camat Sidikalang Mawardi Tumanggor memastikan bahwa sebenarnya pihak pelaku selama ini telah menerima berbagai bentuk bantuan sosial dari pemerintah guna memastikan intervensi dan bantuan sosial yang diberikan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap kelompok rentan.

Sesuai informasi dari Lurah Sidikalang dan Kepala Lingkungan 6, tahun ini bantuan yg diterima pelaku dari pemerintah berupa, BLT Kesra, bantuan sembako beras, Kartu Indonesia Pintar untuk anak pelaku yang masih sekolah. Pada awal Agustus, korban juga menerima bantuan dari Yon TP. 908 Gaja Dompak yang diserahkan melalui kepala lingkungan berupa makanan dan uang.

"Jadi, kami sangat menyayangkan atas kejadian ini. Mari tetap membangun komunikasi diantara warga, agar kasus serupa tidak terjadi.Itu harapan kita," kata Mawardi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....