Pascakasus Kekerasan Seksual, USU Bentuk Tim Pencegahan di Seluruh Fakultas
- 03 Agt 2026 16:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat sistem pencegahan kekerasan setelah menyelesaikan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan Tim Pencegahan Kekerasan di tingkat fakultas, pengembangan komunitas pendamping penyintas, serta penguatan edukasi bagi mahasiswa baru.
USU menegaskan penanganan satu perkara kekerasan seksual tidak berhenti pada pemberian sanksi kepada pelaku. Kampus juga menyiapkan penguatan sistem pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah membentuk Tim Pencegahan Kekerasan di setiap fakultas. Tim tersebut akan memperkuat edukasi, deteksi dini, konsultasi awal, serta koordinasi program pencegahan di lingkungan fakultas masing-masing.
Ketua Satgas PPK USU, Dr. Meutia Nauly, S.Psi., M.Si., Psikolog, penguatan sistem juga dilakukan melalui pengembangan Komunitas Peer Support Volunteer. Komunitas yang diharapkan menjadi ruang aman bagi penyintas untuk saling mendukung sesuai kesiapan dan persetujuan masing-masing.
"Komunitas ini diharapkan menjadi ruang yang aman untuk saling memberikan dukungan, memperkuat keberdayaan penyintas, serta berkontribusi dalam penguatan sistem perlindungan dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus," kata Meutia dalam siaran pers, di Gedung Student Service Center (SSC) USU, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain membentuk komunitas pendamping, USU juga akan memperkuat edukasi kepada mahasiswa baru. Materi mengenai pencegahan kekerasan akan dimasukkan ke dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di seluruh fakultas.
Materi tersebut mencakup penghormatan terhadap martabat setiap individu, pentingnya persetujuan atau consent dalam setiap interaksi, mekanisme pelaporan, serta budaya saling menghormati. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa sejak memasuki lingkungan kampus.
Satgas PPK USU menegaskan penguatan sistem pencegahan merupakan bagian dari komitmen universitas menciptakan lingkungan akademik yang aman. Upaya tersebut juga akan disertai evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pencegahan dan penanganan kekerasan.
"USU akan terus memperkuat pelaksanaan perlindungan dan pemulihan korban, pengembangan Komunitas Peer Support Volunteer, pembentukan Tim Pencegahan Kekerasan di tingkat fakultas, serta penguatan edukasi melalui PKKMB di setiap fakultas," ujar Meutia.
Meutia berharap seluruh sivitas akademika ikut membangun budaya saling menghormati serta berani melaporkan setiap dugaan kekerasan.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia di lingkungan kampus," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....