Toko Bangunan di Tanjungbalai Kesulitan Dapat Pasokan Semen

  • 06 Jul 2026 22:57 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Kelangkaan semen di Kota Tanjungbalai tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga dirasakan para pemilik toko bangunan. Mereka mengaku kesulitan memperoleh pasokan semen dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut terungkap saat Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan inspeksi ke sejumlah toko bangunan pada Senin, 6 Juli 2026. Hampir seluruh pemilik panglong menyampaikan keluhan mengenai terbatasnya pasokan dari distributor.

Pemilik Panglong Sinar Family, Tety, mengatakan kelangkaan semen mulai dirasakan sejak 2 pekan terakhir. Saat ini pasokan dari distributor utama di Belawan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan toko bangunan di Tanjungbalai.

"Sejak dua minggu inilah susah untuk dapat semen. Kami pun mengambil dari Asahan dan Batubara dengan harga yang tinggi," ujar Tety.

Menurutnya, karena harus membeli dari daerah lain, harga modal menjadi lebih mahal. Bahkan permintaan pembelian dalam jumlah besar tidak selalu dapat dipenuhi oleh pemasok.

"Sekarang kami ambil di Sei Balai. Kami minta 200 sak, tetapi hanya diberi 20 sak," katanya.

Keluhan serupa disampaikan pemilik Toko Bangunan Tunas Mandiri, Hadut. Ia menyebut pasokan semen yang sebelumnya mencapai dua truk setiap pekan kini tinggal satu truk.

"Memang masuk berkurang. Dari yang semula seminggu dua truk, sekarang cuma masuk sekali," ucap Hadut.

Berkurangnya pasokan membuat harga semen terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp80 ribu per sak.

"Harapan kami para pedagang agar distribusi dari distributor segera kembali normal. Jadi stok tersedia dan harga dapat kembali stabil," ujar Hadut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....