Wabup Tapsel Dorong Program Pemberdayaan Ekonomi Pascabencana

  • 18 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyambut baik peluncuran kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2026. Kegiatan dengan tema “USU Peduli: Pengabdian Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Penataan Lingkungan dan Pengembangan UMKM di Kabupaten Tapanuli Selatan”, tersebut digelar di Aula Kantor Camat Batangtoru, pada Senin, 15 Juni 2026.

Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Universitas Sumatera Utara. Karena perguruan tinggi tersebut telah memilih Tapanuli Selatan sebagai lokasi program pengabdian masyarakat.

"Kehadiran USU menjadi bukti nyata bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Jafar.

Jafar mengungkapkan bencana hidrometeorologi yang melanda Tapanuli Selatan pada 25 November 2025 berdampak sangat luas. Dari 15 kecamatan yang ada, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana dengan korban jiwa mencapai 95 orang, serta kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup besar.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tidak mungkin bekerja sendiri dalam proses pemulihan daerah. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga sosial, NGO, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan yang sangat penting.

“Kami tidak akan sanggup membangun Tapanuli Selatan sendirian. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak. Karena itu kami menyambut baik program USU Peduli yang tidak hanya fokus pada penataan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ucap Jafar.

Jafar menekankan saat ini fokus utama pemerintah daerah adalah mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Berbagai program telah diluncurkan, mulai dari Gerakan Seribu Hektare Jagung, Gerakan Seribu Kolam, revitalisasi pertanian, hingga program pembiayaan usaha bagi masyarakat.

Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen. Program tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memulihkan usaha pertanian, peternakan, maupun usaha produktif lainnya.

“Rumah saja tidak cukup. Masyarakat juga membutuhkan sumber penghidupan. Karena itu program-program pemberdayaan ekonomi menjadi prioritas kami agar masyarakat bisa bangkit dan mandiri kembali,” kata Jafar.

Ia juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan pascabencana turun hingga sekitar 2,7 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama melalui berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat (PKM) USU Desa Muara Hutaraja, Oding Affandi, menjelaskan program Desa Binaan USU merupakan kegiatan berkelanjutan yang akan dilaksanakan selama tiga tahun melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, program di Desa Aek Ngadol difokuskan pada revitalisasi pertanian pascabencana, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, penanaman bibit produktif, kegiatan literasi, hingga pendampingan psikososial masyarakat.

USU juga telah menyalurkan bantuan berupa dua unit hand tractor untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Desa Aek Ngadol.

“Program ini bukan kegiatan seremonial semata. Kami akan terus melakukan pendampingan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujar Oding.

Untuk Desa Muara Hutaraja, USU akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, pemberdayaan kelompok usaha, peningkatan literasi, serta dukungan sarana administrasi desa berupa peralatan kantor dan perangkat komputer.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, Agus Marwan, menyerahkan bantuan sebanyak 400 buku bacaan kepada masyarakat, sebagai upaya mendukung peningkatan budaya literasi di desa-desa binaan. Bantuan tersebut terdiri dari buku cerita anak, buku pendidikan karakter, motivasi, keterampilan, serta buku-buku keagamaan yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui perpustakaan desa maupun rumah baca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....