Gus Irawan Sosialisasikan KUR Bunga 0 Persen dan Solusi Pemulihan Pertanian

  • 14 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menghadiri Sosialisasi Pertanian bersama masyarakat Kecamatan Sipirok, di Aula Kantor Camat Sipirok, Rabu 10 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana banjir dan longsor.

Gus Irawan mengajak masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana melalui berbagai program pemulihan ekonomi yang telah diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama pemerintah provinsi dan pusat. Ia menjelaskan bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor pertanian.

"Kita bersyukur pemerintah pusat memberikan perhatian besar kepada Tapanuli Selatan sebagai daerah terdampak bencana. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memulihkan usaha pertanian, peternakan maupun usaha produktif lainnya," ujar Gus Irawan.

Menurutnya, program KUR bunga 0 persen tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana selama tiga tahun ke depan.

Gus Irawan menegaskan pemulihan ekonomi tidak harus selalu dilakukan dengan kembali ke pola usaha lama. Bagi lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tertimbun pasir atau batu, masyarakat dapat mengalihkan usaha ke sektor yang lebih memungkinkan seperti budidaya jagung, peternakan ayam petelur, perikanan maupun usaha produktif lainnya.

"Kita harus mencari solusi. Kalau sawah belum bisa ditanami seperti biasa karena tertimbun material banjir, masyarakat masih bisa memanfaatkan program ini untuk menanam jagung atau beternak. Yang penting ekonomi keluarga tetap bergerak," katanya.

Ia juga mengungkapkan Pemkab Tapsel tengah membangun pola pertanian terintegrasi dengan peternakan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan pakan ternak untuk memastikan ketersediaan pasar hasil produksi jagung petani.

Menurutnya, kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan ternak di Sumatera Utara masih sangat besar. Sementara sebagian besar pasokannya masih didatangkan dari luar Pulau Sumatera.

"Kita tidak ingin petani bingung soal pemasaran. Sebelum ditanam, pasar dan pembelinya harus sudah jelas. Karena itu kita siapkan ekosistemnya, mulai dari pembiayaan, produksi hingga pemasaran," ucap Gus Irawan.

Selain pengembangan jagung, Bupati juga menyoroti potensi komoditas unggulan Tapanuli Selatan. Salah satunya salak, yang akan menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pertanian pada tahun 2027, melalui dukungan teknologi dan pengembangan bibit unggul.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara mengatakan, berbagai program intervensi pemerintah telah mulai dilaksanakan di wilayah Sipirok. Termasuk program optimasi lahan yang diperjuangkan langsung oleh Bupati Gus Irawan ke Kementerian Pertanian.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang terdampak bencana.Sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas alternatif yang lebih menjanjikan.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada, termasuk pengembangan jagung yang saat ini memiliki prospek pasar yang sangat baik," ujar Taufik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....