Gus Irawan Ajak Masyarakat Angkola Barat Manfaatkan KUR Nol Persen

  • 14 Jun 2026 21:03 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu yang tergabung dalam BKMT, untuk menghindari praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani ekonomi keluarga. Menurutnya, banyak masyarakat yang terjebak dalam sistem pinjaman mingguan, yang pada akhirnya sulit dilunasi karena terus dilakukan penambahan pinjaman baru.

"Saya ingin masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya ibu-ibu, terbebas dari jeratan rentenir. Pemerintah bersama Bank Sumut telah menyiapkan skema pembiayaan yang jauh lebih ringan dengan bunga rendah bahkan nol persen untuk usaha produktif," ucap Gus Irawan saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Kecamatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), di Desa Sigumuru, Kecamatan Angkola Barat, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Bank Sumut sedang menjalankan program penyelamatan ekonomi masyarakat, melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terbebani oleh pinjaman berbunga tinggi.

Gus Irawan juga memaparkan, sebagai daerah terdampak bencana, Tapanuli Selatan memperoleh dukungan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen pada tahun pertama, tiga persen pada tahun kedua, dan enam persen pada tahun ketiga. Program ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Ia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan peluang usaha produktif melalui sektor pertanian dan perikanan, yang saat ini menjadi fokus pembangunan daerah. Selain Gerakan Seribu Kolam yang sedang berjalan, Pemkab Tapsel juga tengah mendorong Gerakan 1.000 Hektare Jagung sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi pascabencana.

Menurutnya, budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena telah tersedia kepastian pasar melalui kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional. Ia mencontohkan keberhasilan petani di kawasan Aek Sirara Desa Sumuran Kecamatan Batangtoru yang mampu menghasilkan panen jagung hingga 5,5 ton per hektare meskipun berada di wilayah terdampak bencana.

"Hasil panen jagung saat ini sangat menjanjikan. Dengan dukungan pembiayaan KUR dan adanya kepastian pembeli hasil panen, masyarakat tidak perlu lagi khawatir soal modal maupun pemasaran," ujar Gus Irawan.

Gus Irawan juga meminta para pengurus BKMT, pemerintah kecamatan, desa, dan Bank Sumut untuk aktif mensosialisasikan program pembiayaan tersebut kepada masyarakat. Ia berharap seluruh pihak dapat bergandengan tangan membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi dan memanfaatkan peluang usaha yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....