Gus Irawan Ajak Masyarakat Batang Toru Tinggalkan Pinjaman Berbunga Tinggi

  • 06 Jun 2026 19:51 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengajak masyarakat untuk meninggalkan pinjaman berbunga tinggi. Pinjaman dengan bunga tinggi tersebut selama ini membebani ekonomi keluarga, khususnya kaum ibu.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Bank Sumut telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Bahkan program pembiayaan tertentu dengan skema subsidi yang sangat membantu masyarakat pelaku usaha.

"Jangan lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan. Manfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang lebih ringan dan produktif untuk mengembangkan usaha," kata Gus Irawan saat menghadiri pengajian akbar bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Toru, di Desa Hapesong Lama, Kecamatan Batang Toru, Kamis 4 Juni 2026.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan memaparkan berbagai program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana yang melanda pada November tahun 2025 lalu. Menurutnya, dampak bencana cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong sektor pertanian, perikanan dan peternakan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satu program yang sedang digencarkan adalah Gerakan Tanam 1.000 Hektare Jagung. Program ini dinilai memiliki prospek yang sangat baik, karena harga jual jagung relatif stabil dan telah memiliki pasar yang jelas.

"Saya berharap tidak ada lagi lahan yang menganggur di Tapanuli Selatan. Tanah yang kosong harus kita produktifkan. Jagung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat," kata Gus Irawan.

Ia mencontohkan keberhasilan kelompok tani di kawasan Aek Sirara yang baru saja melaksanakan panen perdana jagung pascabencana. Dari hasil panen sekitar 5,5 ton per hektare dengan harga jual Rp6.500 per kilogram, petani mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar setelah dikurangi biaya produksi.

Selain sektor pertanian, Gus Irawan juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui Program Gerakan Seribu Kolam yang bertujuan meningkatkan produksi ikan lokal, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Tapanuli Selatan. Ia meminta pemerintah desa untuk membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan memanfaatkan potensi sungai maupun lubuk larangan yang ada di desa untuk pengembangan budidaya ikan.

Gus Irawan juga menyoroti pentingnya keadilan dalam penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemerintah. Ia meminta aparatur desa melakukan pendataan secara objektif dan transparan agar bantuan tepat sasaran serta tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung percepatan operasional PLTA Batang Toru. Dengan beroperasinya PLTA tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan daerah dari dana bagi hasil.

Pada kegiatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan turut menyerahkan santunan kepada 20 orang mustahik. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp350.000 sebagai bntuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....