Banjir Bandang Kembali Melanda Kabupaten Tapteng

  • 12 Feb 2026 12:28 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Banjir bandang kembali melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sejak Rabu sore, 11 Februari 2026. Hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Dua jam kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, ketinggian air mulai meningkat dan dengan cepat menggenangi permukiman warga hingga mencapai sekitar satu meter.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah hingga Rabu malam, sedikitnya sembilan desa dan kelurahan di empat kecamatan terdampak banjir bandang. Selain disebabkan tingginya intensitas curah hujan, banjir juga dipicu oleh meluapnya sungai di Kecamatan Sarudik, Pandan, Tukka, dan Barus.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kecamatan Tukka. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui akun Instagram pribadinya mengonfirmasi bahwa banjir kembali terjadi di Tukka akibat pelebaran sungai serta tanggul darurat yang tidak mampu menahan debit air.

”Sore tadi tiba-tiba mendung dan hujan sangat keras, begitupun di daerah hulunya, jadi sejak sore tadi berkisar jam 5 sore hujan deras mengakibatkan daerah-daerah di Tapanuli Tengah yang sebelumnya terdampak banjir kembali mengalami banjir. Air meluap tinggi, sedimen yang sudah dibersihkan dari sungai kemudian air tersebut kembali penuh," ujarnya.

Masinton juga menyampaikan sejumlah warga telah dievakuasi dan mengungsi ke sekolah-sekolah serta fasilitas umum lainnya yang dijadikan posko darurat, pascabencana pada akhir November 2025. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, seperti tanah longsor. Warga yang tinggal di daerah rawan diminta menjauhi lokasi berisiko dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga Rabu malam, petugas BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah. Selain itu, sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan, termasuk GOR Pandan yang sebelumnya juga difungsikan sebagai posko pengungsian pada akhir November 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....