Puasa Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
- 26 Feb 2026 23:05 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ustaz Hanif Fahmi mengajak umat Islam memahami makna puasa secara lebih mendalam. Hal tersebut disampaikannya dalam kajian Inspirasi Qolbu Pro 2 RRI Medan, Kamis, 26 Februari 2026,
Ustaz Hanif menegaskan puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri secara menyeluruh. Ramadan, menurutnya, merupakan waktu pilihan Allah SWT yang menjadi ujian bagi hamba dalam maksimalkan ibadah.
“Sehebat apa pun ibadah di bulan lain, nilainya tidak sama dengan Ramadan. Ini bagian dari ujian bagaimana kita memanfaatkan waktu pilihan Allah,” ujar Hanif.
Ustaz Hanif menjelaskan, secara fikih puasa dinilai sah ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, pemahaman tersebut tidak boleh berhenti pada aspek lahiriah semata.
“Secara fikih puasanya sah, tapi kalau hanya menahan lapar dan dahaga, faedahnya tidak akan sempurna,” kata Hanif.
Menurutnya, puasa yang sempurna adalah ketika seluruh anggota tubuh turut berpuasa, mulai dari lisan, pandangan, pendengaran, hingga hati dari berbagai penyakit seperti iri dan sombong.
“Lisan, pandangan, pendengaran, bahkan hati juga harus berpuasa dari dosa,” ucap Hanif.
Melalui Ramadan ini, Ustaz Hanif mengajak umat Islam untuk beribadah secara totalitas agar puasa tidak hanya sah secara hukum. Puasa juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....