Ramadan, Terapi Mengikis Zalim pada Diri Sendiri

  • 28 Feb 2026 18:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk mengikis sifat zalim kepada diri sendiri. Hal itu disampaikan Dewi Anggraini dalam program Mutiara Sore Pro 4 RRI Medan, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut Dewi, banyak orang memahami zalim sebatas menyakiti orang lain, seperti memfitnah atau merugikan sesama. Padahal, ada bentuk kezaliman yang sering luput dari perhatian, yakni ketika seseorang membiarkan dirinya jauh dari rahmat Allah dan tenggelam dalam maksiat.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 33 yang artinya, Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. “Zalim kepada diri sendiri terjadi saat kita membiarkan jiwa kotor, raga rusak oleh maksiat, dan waktu terbuang tanpa ketaatan,” ujarnya.

Dewi menjelaskan, Ramadan hadir sebagai terapi untuk menyembuhkan kezaliman tersebut melalui pengendalian syahwat. Syahwat, kata dia, bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk karena merupakan insting alami manusia, namun menjadi berbahaya ketika tidak terkendali dan menghilangkan logika.

Ia mengibaratkan syahwat seperti api yang jika dikelola dengan baik akan memberi energi, tetapi jika dibiarkan liar justru membakar diri sendiri. Tanda syahwat tak terkendali antara lain obsesi berlebihan, kehilangan pertimbangan jangka panjang, serta ketidakpuasan yang terus membesar.

Untuk mengendalikannya, Dewi menyarankan mengenali pemicu, mengontrol input visual dan pendengaran, serta menghindari lingkungan yang mendorong impulsivitas. Energi yang meluap dapat dialihkan ke aktivitas positif seperti olahraga, karya kreatif, atau pembelajaran.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengendalian pola makan dan menerapkan teknik jeda 10 menit saat dorongan impulsif muncul. “Biasanya gelombang syahwat akan menurun jika kita mengalihkan perhatian dan menyadari konsekuensi jangka panjangnya,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....