Puasa Ibadah Rahasia, Latih Kejujuran sejak Dini
- 25 Feb 2026 12:05 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Program Kajian Mutiara Sore Ramadan di RRI Pro 4 FM Medan kembali mengudara dengan menghadirkan Imam Ilham S.Sos.I. Dalam tausiyah berjudul “Puasa Ibadah Rahasia yang Mendidik Kejujuran”, ia menegaskan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana membentuk karakter jujur.
Dalam pemaparannya, Imam Ilham menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk moral, di mana perilaku mencerminkan keyakinan hidupnya. Dalam Islam, iman dan amal tidak dapat dipisahkan.
Moralitas yang tinggi lahir dari keimanan yang kokoh kepada Allah SWT. Ia juga mengutip firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 9 tentang perintah berkata benar, serta Surah Al-Hadid ayat 4 yang menegaskan bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatan manusia.
Menurutnya, puasa disebut sebagai ibadah rahasia karena kualitasnya hanya diketahui oleh Allah SWT. Seseorang bisa saja berpura-pura di hadapan manusia, namun tidak di hadapan-Nya.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang berpuasa karena mengharap rida Allah akan dijauhkan dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. Hal ini menunjukkan besarnya nilai keikhlasan dalam ibadah puasa.
Imam Ilham juga menyoroti krisis kejujuran yang berdampak luas di tengah masyarakat, seperti maraknya praktik korupsi, kolusi, dan suap. Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian perbuatan tidak tersentuh hukum dunia, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan amalnya di akhirat.
Di era media sosial, fenomena pamer amal juga menjadi perhatian. Puasa, katanya, melatih umat Islam menjauhi riya dan menjaga ketulusan. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, maka janganlah orang yang berpuasa berkata keji dan berbuat kasar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Perisai inilah yang membentengi jiwa dari kebohongan dan membentuk pribadi berintegritas.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembentukan budaya jujur harus dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pendidikan kejujuran tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi memerlukan keteladanan dan konsistensi. Ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji pada hakikatnya mendidik manusia untuk jujur kepada Allah, diri sendiri, dan sesama.
Melalui kajian tersebut, pendengar diajak menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus membangun kultur kejujuran demi terciptanya masyarakat yang lebih tentram, adil, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....