Kopi Turki Hadir di Medan, Cara Seduh Tradisionalnya Curi Perhatian Pengunjung
- 15 Mar 2026 06:54 WIB
- Medan
RRI.CO. ID, Medan - Menikmati kopi kini tidak hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman dalam proses penyajiannya. Di Kota Medan, pengunjung kini bisa merasakan sensasi menikmati Turkish coffee atau kopi Turki, minuman khas Timur Tengah yang dikenal memiliki cita rasa kuat serta cara penyeduhan yang unik.
Kopi Turki termasuk salah satu metode penyeduhan kopi tertua di dunia. Berbeda dengan metode seduh modern, kopi ini tidak melalui proses penyaringan. Bubuk kopi yang digiling sangat halus dicampur dengan air, kemudian dimasak hingga mendidih sehingga menghasilkan busa di permukaan minuman.
Dikutip dari Otten Coffee, teknik penyeduhan kopi Turki sudah dikenal sejak abad ke-15 dan menjadi bagian penting dari budaya minum kopi di kawasan Timur Tengah. Prosesnya menggunakan wadah khusus bernama cezve (jezz-va) yakni panci kecil bertangkai panjang yang digunakan untuk merebus kopi hingga menghasilkan aroma khas.
Pengalaman menikmati kopi tradisional ini kini dapat dirasakan di Grand Central Premier Hotel Medan yang menghadirkan kopi Turki sebagai salah satu pilihan minuman bagi para tamu, termasuk saat berbuka puasa.
Kehadiran kopi Turki tersebut menarik perhatian sejumlah pengunjung yang penasaran dengan proses pembuatannya. Tidak hanya rasanya yang kuat, cara penyeduhannya yang langsung dimasak hingga berbuih juga menjadi daya tarik tersendiri.
Salah seorang pengunjung, Annisa, mengaku baru pertama kali mencoba minuman tersebut. Ia tertarik karena selama ini hanya melihat proses pembuatan kopi Turki melalui video.
“Baru pertama sekali coba dan rasanya enak. Apalagi lihat proses membuatnya itu seru, soalnya selama ini penasaran,” ujar Annisa kepada rri.co.id, Sabtu (14/3/2026).
Selain menghadirkan cita rasa kopi yang berbeda, penyajian kopi Turki juga memberikan pengalaman baru bagi pecinta kopi. Pengunjung tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga dapat menyaksikan langsung proses penyeduhan tradisional yang telah dikenal selama ratusan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....