Rupiah Menguat Tipis, IHSG Ikut Menguat
- 26 Jun 2026 00:15 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan perdagangan setelah sempat mengalami tekanan di sesi pagi, Kamis, 25 Juli 2026. Rupiah yang sebelumnya sempat melemah hingga level Rp17.950 per dolar AS akhirnya ditutup menguat tipis ke level Rp17.915 per dolar AS.
Menurut Gunawan, penguatan rupiah pada sesi siang hingga penutupan sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS (USD Index) yang turun ke level 101,4.
“Pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih kuat pada perdagangan hari ini,” ujarnya.
Penguatan rupiah turut menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,43 persen di level 6.026,985, setelah sebelumnya sempat dibuka melemah dan menyentuh level terendah di 5.864.
Gunawan menyebut mayoritas saham berada di zona hijau, dengan 536 saham menguat, 143 saham melemah, dan 133 saham bergerak stabil. Sejumlah saham yang menjadi penopang penguatan IHSG di antaranya BMRI, BBCA, BBRI, BUMI, ANTM, hingga ASII.
Secara teknikal, menurut Gunawan, IHSG memang memiliki peluang rebound ketika mendekati level 5.800. Namun ia menilai pergerakan IHSG belakangan cukup anomali di tengah tekanan sentimen domestik yang biasanya tercermin dari pelemahan rupiah.
“Belakangan pasar saham bergerak cukup tidak biasa, padahal sentimen domestik masih banyak memberikan tekanan,” katanya.
Selain faktor domestik, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan dari lembaga pemeringkat internasional setelah sebelumnya outlook peringkat Indonesia mengalami penurunan.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali mengalami tekanan dan ditransaksikan di level 3.989 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,31 juta per gram.
Gunawan menilai pelemahan harga emas masih dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan global dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, emas berpeluang rebound jika mampu menyentuh level psikologis 3.900 dolar AS per ons troy,” kata Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....