BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat IHSG Masih Tertekan
- 18 Jun 2026 20:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih berada di zona merah meskipun Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Menurutnya, pasar saham domestik masih dibayangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap hasil tinjauan atau review Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Gunawan menjelaskan, selama sesi perdagangan berlangsung IHSG sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 6.073. Namun setelah keputusan Bank Indonesia diumumkan, IHSG mulai menunjukkan perbaikan seiring menguatnya nilai tukar rupiah.
"IHSG sempat mendapatkan angin segar setelah kebijakan moneter BI karena ditopang oleh penguatan mata uang rupiah. IHSG mampu mengurangi kerugiannya meskipun tetap harus parkir di zona merah dengan ditutup melemah 0,78 persen di level 6.172,34," kata Gunawan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga Rp17.850 per dolar AS. Penguatan rupiah didorong kombinasi kebijakan moneter Bank Indonesia dan sentimen dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Meski demikian, penguatan rupiah belum mampu membawa IHSG kembali ke zona hijau. Pelaku pasar saham masih menunggu hasil review MSCI yang menjadi salah satu sentimen utama bagi pasar keuangan Indonesia.
"Pelaku pasar saham masih harus menunggu review dari MSCI yang akan dirilis pada waktu malam atau waktu pagi sesi perdagangan Eropa. Sehingga pasar saham di tanah air masih menyisakan kekhawatiran akan skenario terburuk dari hasil review MSCI," ujarnya.
Menurut Gunawan, kekhawatiran terhadap hasil review MSCI masih membayangi pasar meskipun pelaku pasar juga memperoleh sentimen positif dari penandatanganan perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali mengalami pelemahan dan ditransaksikan di kisaran 4.265 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,46 juta per gram. Perhatian pasar saat ini kembali tertuju pada peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed.
"Fokus pasar kembali tertuju pada peluang kenaikan bunga acuan The Fed, walaupun di sisi lain kabar bank sentral yang kembali mengakumulasi emas menciptakan harapan kenaikan harga emas dalam waktu dekat," ucap Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....