Harga Emas Menguat Tajam, Rupiah Melemah ke Level 17.700
- 25 Mei 2026 17:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan-Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut harapan akan kembali dibukanya selat hormuz kembali menguat. Presiden AS memberikan kabar baik dengan memberikan pernyataan bahwa pembicaraan dengan AS berjalan konstruktif.
Bursa saham di Asia mayoritas diperdagangkan menguat, yang turut diikuti dengan penguatan IHSG di sesi pembukaan perdagangan. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan menguat di level 6.187.
Kabar akan kembali dibukanya selat hormuz telah menekan harga minyak mentah dunia yang turun ke level $92 untuk jenis WTI dan $99 per barel untuk jenis Brent. Pelemahan harga minyak mentah menjadi kabar baik bagi kinerja pasar keuangan domestik, kecuali terhadap mata uang Rupiah yang pada perdagangan awal pekan ini ditransaksikan melemah ke level 17.710 per US Dolar," ujar Gunawan pada Senin, 25 Mei 2026.
Sentimen terpilihnya Gubernur Bank Sentral AS yang baru sejauh ini masih menjadi kabar buruk bagi Rupiah. Senat AS menyetujui penganggkatan Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell.
"Keputusan ini membuat pasar lebih melihat kecenderungan kebijakan The Fed yang bernada dovish kedepan. Meski demikian data-data ekonomi yang belakangan ini terealisasi tetap membuka peluang The Fed sulit menghindari kebijakan bunga tinggi," kata Gunawan.
Gunawan menyebut, The Fed untuk sementara waktu tetap mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya. Karena kenaikan harga minyak mentah dunia telah mendorong kenaikan laju tekanan inflasi di AS.
"Disisi lain terpilihnya Kevin Warsh justru menekan kinerja USD Index ke level 99.02 pada pagi ini. Seakan menunjukan bahwa Tren kebijakan The Fed kedepan memang lebih bernada dovish dibandingkan dengan sebaliknya," ucap Gunawan.
USD Index yang melemah belum menjadi kabar baik bagi mata uang Rupiah. Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $4.567 per ons troy, atau sekitar 2.6 juta per gram.
"Kabar dari selat hormuz yang akan dibuka menjadi sentimen positif bagi harga emas. Harapan kebijakan penurunan bunga acuan ditambah dengan potensi penurunan inflasi mencuat dan mendorong kenaikan harga emas," kata Gunawan,
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....