Rupiah dan IHSG Menguat, Pelemahan Dolar AS Jadi Sentimen Positif
- 03 Jul 2026 15:03 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (USD Index) menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Kondisi tersebut mendorong penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Gunawan, mata uang rupiah pada sesi pembukaan perdagangan menguat ke level Rp17.940 per dolar AS seiring melemahnya USD Index ke kisaran 100,8.
"Data initial jobless claims Amerika Serikat yang membaik membuat USD Index melemah ke level 100,8. Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis pada sesi perdagangan sebelumnya menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik, termasuk rupiah dan IHSG," ujarnya.
Gunawan menjelaskan, IHSG juga dibuka menguat ke level 5.806 dan berpeluang bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Penguatan tersebut didukung oleh menguatnya mayoritas bursa saham di kawasan Asia serta perbaikan nilai tukar rupiah.
"IHSG berpeluang bertahan di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung. Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini setidaknya ditopang oleh rupiah serta menguatnya mayoritas bursa saham di Asia," katanya.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap arus perdagangan global, khususnya melalui Selat Hormuz. Meski demikian, pelaku pasar masih tetap mewaspadai perkembangan situasi yang dapat memicu volatilitas pasar sewaktu-waktu.
Sementara itu, harga emas dunia diperdagangkan menguat ke level 4.178 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,42 juta per gram. Menurut Gunawan, kenaikan harga emas dipicu pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat yang mengindikasikan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
"Harga emas mengalami kenaikan setelah Bank Sentral AS memberikan pernyataan tidak perlu menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Kondisi ini juga tidak terlepas dari melemahnya harga minyak mentah dunia yang membantu meredakan tekanan inflasi," ucapnya.
Gunawan menambahkan, harga minyak mentah dunia saat ini berada di kisaran 68 hingga 72 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan, termasuk mendukung penguatan rupiah dan IHSG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....