Rupiah Berbalik Melemah, Pembentukan BUMN Ekspor Picu Koreksi IHSG
- 21 Mei 2026 11:46 WIB
- Medan
RRI.Co.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai negosiasi antara AS dan Iran yang sudah berada pada tahap akhir membuat pasar berspekulasi dengan indikator pemulihan pasar terlihat dari penurunan harga minyak mentah pada pembukaan perdagangan, Kamis, 21 Mei 2026.
"Harga minyak mentah dunia bergerak turun dalam rentang $98 hingga $105 per barel pada sesi perdagangan pagi ini," ucapnya.
Gunawan menyebut penurunan harga minyak mentah menjadi kabar baik bagi kinerja pasar saham di Asia. IHSG sempat menguat pada sesi perdagangan pembukaan, meskipun kembali ditansaksikan di zona merah.
Selain itu, ia mengatakan setelah sempat menguat pada perdagangan kemarin, Rupiah kembali melemah pagi ini ke level 17.660 per USD.
Menurutnya, pelemahan Rupiah turut diikuti dengan gerak IHSG yang masih rentan terkoreksi. Selain itu, Gunawan menilai tekanan IHSG juga disebabkan rencana pemerintah yang akan menjadikan Danantara sebagi sumberdaya Indonesia sebagai perusahaan BUMN eksportir tunggal. "Ketidakpastian masih menghantui kinerja pasar keuangan di tanah air," katanya.
Gunawan menyebut, hari ini IHSG berpeluang untuk kembali menguji level support 6.200. Sementara Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 17.600 hingga 17.700.
Sementara, harga emas dunia kembali menguat diatas level $4.500 per ons troy, dengan kisaran $4.547 per ons troy atau 2,59 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....