Rupiah Tembus 17.650, IHSG Turun Dekati Level 6.500

  • 18 Mei 2026 10:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pelemahan pasar keuangan domestik pada awal pekan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali bertahan di atas 100 dolar per barel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi tekanan inflasi global.

“Kenaikan harga minyak mentah dunia kembali memicu kekhawatiran inflasi tinggi, sehingga menekan kinerja pasar keuangan termasuk IHSG dan nilai tukar rupiah,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Mayoritas bursa saham Asia pada sesi perdagangan pagi bergerak melemah. IHSG dibuka turun di level 6.628 dan sempat bergerak mendekati level psikologis 6.500.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan hingga berada di kisaran 17.655 per dolar AS. Sentimen negatif dari pasar global masih membayangi pergerakan pasar keuangan domestik.

Menurut Gunawan, pelemahan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat sehingga menimbulkan ketidakpastian di pasar global.

“Pasar keuangan saat ini lebih sensitif terhadap dinamika geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi,” ucapnya.

Sementara, harga emas dunia juga mengalami tekanan dan ditransaksikan di kisaran 4.536 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,58 juta per gram. Pergerakan pasar dalam waktu dekat diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik dibandingkan rilis data ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....