Tarif AS dan Geopolitik Dongkrak Emas, IHSG Menguat
- 23 Feb 2026 09:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai polemik kebijakan tarif Amerika Serikat dan meningkatnya tensi geopolitik global menjadi pemicu lonjakan harga emas dunia pada perdagangan hari ini, Senin 23 Februari 2026.
“USD Index sempat berada di level 97,8 pada Jumat pekan lalu dan kini turun ke kisaran 97,4 setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Keputusan ini menjadi sentimen positif bagi rupiah,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada sesi perdagangan pagi ini rupiah ditransaksikan menguat di kisaran Rp16.840 per dolar AS. Menurutnya, pelaku pasar kini mencermati sejumlah agenda penting dalam sepekan ke depan.
“Di antaranya penetapan kebijakan suku bunga pinjaman oleh People's Bank of China (PBoC), kemudian data indeks kepercayaan konsumen AS, pidato Presiden AS serta klaim data pengangguran mingguan AS,” ucapnya.
Gunawan menyebut, secara umum agenda ekonomi pekan ini tidak tergolong besar sehingga diproyeksikan belum memberikan perubahan signifikan terhadap pasar keuangan global.
Sementara itu, IHSG pada sesi perdagangan pagi dibuka menguat ke level 8.334 di tengah pergerakan bursa saham Asia yang mixed namun cenderung menguat.
“Di sisi lain, harga emas dunia melonjak tajam ke level 5.160 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram. Kenaikan ini dipicu ketidakpastian kebijakan tarif AS serta meningkatnya tensi geopolitik,” katanya.
Ia menambahkan, rencana kenaikan tarif global sebesar 10 hingga 15 persen kembali memicu ketidakpastian pasar. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz akibat perseteruan AS dan Iran turut mendorong investor memburu aset safe haven seperti emas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....