IHSG Rebound Kuat Berhasil Tembus Level 8.122
- 04 Feb 2026 06:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID,Medan- Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 2,52 persen ke level 8.122,597, setelah sempat terpuruk hingga menyentuh level 7.712 pada sesi perdagangan pagi.
“IHSG sempat mengalami tekanan hebat di awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup di zona hijau,” ujar Gunawan, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sentimen positif datang dari pertemuan antara Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang direspons positif oleh pelaku pasar, meskipun sempat diwarnai keraguan pada awal sesi perdagangan.
“Pasar awalnya ragu dan sempat melemah tajam, namun sentimen dari pertemuan dengan MSCI menjadi katalis yang mendorong penguatan IHSG,” katanya.
Gunawan menambahkan, penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan sejumlah bursa saham di Asia yang mayoritas berada di zona hijau. Data indeks manufaktur Amerika Serikat yang menunjukkan perbaikan turut menjadi penopang sentimen positif pasar regional.
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga tercatat menguat. Rupiah ditutup di level 16.755 per dolar AS dan dinilai relatif stabil meskipun pasar saham sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
“Pergerakan rupiah relatif tidak mengalami tekanan hebat meskipun IHSG sempat terpuruk cukup dalam sepanjang sepekan terakhir,” ucapnya.
Menurut Gunawan, pelaku pasar saat ini masih mencermati langkah pemerintah pasca pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi OJK, termasuk kepastian eksekusi butir-butir kesepakatan dengan MSCI hingga adanya kejelasan regulasi di pasar keuangan.
Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan sore tercatat menguat ke level 4.908 dolar AS per ons troy atau sekitar 2,7 juta rupiah per gram. Gunawan menyebut penguatan harga emas terjadi setelah tekanan tajam pada akhir pekan lalu dan masih berpeluang berlanjut di tengah kondisi geopolitik global yang belum stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....