IHSG Volatil, Ditutup Melemah, Rupiah Dan Emas Terkoreksi

  • 29 Jan 2026 19:11 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG mulai menunjukkan perlawanan setelah sempat mengalami tekanan berat hingga diberlakukan trading halt.

Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG bergerak sangat volatil di rentang 7.481 hingga 8.296, sebelum akhirnya ditutup melemah 1,06 persen di level 8.232,201.

Ia menjelaskan, pembalikan arah IHSG terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan aturan baru terkait free float sebagai respons atas evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah tersebut dinilai memberikan kembali optimisme pasar meski tekanan belum sepenuhnya hilang.

Gunawan Benjamin mengatakan, secara keseluruhan terdapat 521 saham yang ditutup melemah, sementara 214 saham berhasil menguat. Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mengalami penurunan antara lain BUMI, TLKM, ANTM, BBNI, dan EXCL.

Namun demikian, menurutnya beberapa saham unggulan justru mampu bertahan dan berbalik menguat di tengah tekanan pasar. Saham-saham tersebut di antaranya BBCA, BBRI, BMRI, BREN, dan AMMN, yang menjadi penopang pergerakan IHSG menjelang penutupan perdagangan.

Di sisi lain, Gunawan menjelaskan nilai tukar Rupiah masih berada di zona merah meski pergerakannya relatif stabil. Rupiah ditutup melemah di level Rp16.745 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level terlemah di kisaran Rp16.790 per dolar AS.

“Pergerakan Rupiah cenderung lebih tenang dibandingkan IHSG karena kinerja dolar AS juga belum sepenuhnya didukung oleh sikap hawkish Bank Sentral Amerika Serikat,” kata Gunawan.

Sementara itu, ia mengatakan harga emas dunia mengalami koreksi tipis dan ditransaksikan di level 5.507 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,97 juta per gram. Meski terkoreksi, harga emas dinilai masih bertahan kuat di atas level psikologis 5.500 dolar AS per ons troy.

“Penurunan ini lebih bersifat koreksi sehat setelah emas sempat menyentuh level 5.530 dolar AS pada sesi perdagangan pagi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....