Cara Menghadapi Rekan Kerja Cari Muka tanpa Rusak Kesehatan Mental
- 30 Agt 2026 12:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Lingkungan kerja yang profesional sering kali diwarnai oleh berbagai dinamika antarkaryawan, salah satunya adalah keberadaan rekan kerja yang hobi "cari muka" atau melakukan impression management secara berlebihan di hadapan pimpinan. Perilaku yang kerap merugikan harmonisasi tim ini kerap membuat karyawan lain merasa frustrasi dan kehilangan motivasi.
Tindakan bermuka dua dan berfokus pada pencitraan ini bukan sekadar isu perasaan, melainkan fenomena psikologis tempat kerja yang terukur. Rekan kerja yang berfokus mencari perhatian pimpinan umumnya menggunakan taktik manipulatif untuk menutupi kekurangan performa asli mereka, yang jika dibiarkan dapat merusak efisiensi kerja tim secara keseluruhan.
Profesor Psikologi Organisasi dari University of Sheffield, Dr. Christopher Barnes, menjelaskan bahwa perilaku ini muncul dari dorongan ketakutan akan kegagalan kompetensi. "Individu yang menghabiskan energi terlalu banyak untuk menarik perhatian atasan biasanya sedang mengompensasi kekurangan rasa percaya diri atau efikasi diri dalam menyelesaikan tugas pokok mereka," ujar Barnes.
Langkah utama untuk menghadapi tipe rekan kerja seperti ini adalah dengan tetap menjaga profesionalisme dan tidak terpancing ke dalam permainan politik kantor. Menunjukkan emosi atau melawan mereka secara terbuka justru sering kali dimanfaatkan oleh tipe oportunis ini untuk membuat Anda terlihat tidak kooperatif di mata manajemen.
Selain itu, fokus pada hasil kerja yang terukur dan terdokumentasi menjadi benteng pertahanan terbaik. Menurut riset dari Harvard Business School, pimpinan yang objektif pada akhirnya akan melihat kualitas kerja nyata dibandingkan sekadar retorika. Dokumentasi kontribusi secara berkala menjamin bahwa hasil kerja keras Anda tetap diakui tanpa harus ikut-ikutan melakukan aksi pencitraan.
Pakar Perilaku Organisasi dari INSEAD, Dr. Executive Coach Helga Schmidt, menegaskan pentingnya menetapkan batasan komunikasi yang tegas. "Anda harus menetapkan batasan yang jelas dan beralih ke komunikasi berbasis tertulis untuk setiap proyek bersama. Ketika semua koordinasi terekam dengan jelas, ruang bagi rekan kerja manipulatif untuk mengklaim hasil kerja Anda akan tertutup rapat," jelas Schmidt.
Pada akhirnya, kunci menjaga kesehatan mental di tempat kerja adalah dengan mengalihkan fokus dari perilaku orang lain ke pengembangan karier pribadi. Mengembangkan jaringan profesional yang sehat dan menjaga integritas diri jauh lebih menguntungkan untuk jangka panjang dibandingkan terjebak dalam frustrasi akibat ulah rekan kerja yang gemar mencari muka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....