Antisipasi Flu Burung, Pemprov Sumut Perkuat Tim Gerak Cepat
- 10 Jun 2026 11:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis, khususnya flu burung (Avian Influenza). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, agar mampu mendeteksi serta merespons potensi wabah secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Joint Outbreak Investigation (JOI), serta Respons Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung, di Medan, Selasa 9 Juni 2026.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara Sulaiman Harahap, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta mitra pembangunan internasional seperti FAO dan Health Security Partners (HSP). Karena telah bersinergi menginisiasi kolaborasi strategis tersebut.
Sulaiman menegaskan flu burung hingga kini masih menjadi salah satu ancaman zoonosis global yang memerlukan perhatian serius. Virus yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
Ia menyebut perkembangan global menunjukkan adanya berbagai varian virus baru. Kondisi ini menuntut kewaspadaan agar tidak boleh berkurang sedikit pun.
"Upaya terpadu melalui investigasi lapangan yang cepat serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, agar setiap potensi penularan dapat diantisipasi sedini mungkin," kata Sulaiman saat membuka kegiatan.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki karakteristik wilayah dengan aktivitas peternakan, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi penggerak ekonomi daerah, namun sekaligus meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis apabila tidak diantisipasi dengan sistem ketahanan kesehatan yang kuat.
Karena itu, Pemprov Sumut terus mendorong penerapan pendekatan one health (satu kesehatan) sebagai landasan utama dalam penanggulangan wabah. Pendekatan ini mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.
Ia menuturkan, tantangan penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Tapi membutuhkan kolaborasi kuat antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, akademisi, rumah sakit, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan internasional.
"Jika ketiga aspek dalam One Health ini berjalan padu, maka kemampuan kita dalam deteksi dini, pencegahan, dan respons wabah akan jauh lebih efektif," katanya.
Sulaiman juga menegaskan, hasil pembahasan dan rekomendasi dari workshop tersebut akan menjadi bahan penting bagi Pemprov Sumut dalam penyusunan program kerja dan kebijakan anggaran melalui perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Windy menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026. Kegiata tersebut didukung melalui kemitraan strategis bersama HSP Indonesia.
Workshop diikuti 47 peserta yang merupakan perwakilan Tim Gerak Cepat lintas sektor. Penguatan kapasitas difokuskan pada tiga daerah prioritas dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni Kota Medan, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Deli Serdang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....