Berat Badan Berlebih Turut Sebabkan Kebiasaan Mendengkur
- 31 Jul 2026 23:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Mendengkur atau ngorok adalah suara kasar yang muncul saat tidur akibat menyempitnya atau terhalangnya saluran pernapasan. Selain dipengaruhi bentuk anatomi atau kondisi medis tertentu, kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko seseorang mendengkur.
Kebiasaan yang menyebabkan mendengkur
Beberapa kondisi medis dipercaya jadi penyebab mendengkur. Obesitas, misalnya, membuat penumpukan jaringan lemak di sekitar leher menekan dan mempersempit saluran napas hingga memicu dengkuran.
Selain obesitas, sleep apnea obstruktif juga jadi kondisi medis yang sebabkan mendengkur. Kondisi ini perlu dievaluasi oleh dokter karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.
Tapi, selain beberapa masalah medis di atas, mendengkur juga bisa dipicu oleh beberapa kebiasaan. Melansir laman Cleveland Clinic, berikut beberapa kebiasaan yang menyebabkan mendengkur atau ngorok.
1. Tidur dalam posisi telentang
Tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang. Akibatnya, saluran napas menjadi lebih sempit sehingga udara sulit mengalir dengan lancar. Mengubah posisi tidur jadi menyamping sering kali membantu mengurangi dengkuran, terutama pada orang yang hanya ngorok saat tidur telentang.
2. Mengonsumsi alkohol sebelum tidur
Minuman beralkohol dapat membuat otot-otot di mulut dan tenggorokan menjadi terlalu rileks. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan saluran napas menyempit ketika tidur sehingga suara dengkuran menjadi lebih sering muncul. Karena itu, sebaiknya hindari konsumsi alkohol beberapa jam sebelum waktu tidur.
3. Kurang tidur
Kurang tidur ternyata juga dapat menjadi pemicu ngorok. Saat tubuh terlalu lelah, otot-otot saluran napas menjadi lebih rileks dibandingkan biasanya sehingga aliran udara lebih mudah terhambat. Menjaga jadwal tidur yang cukup setiap malam dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
4. Berat badan berlebih
Kelebihan berat badan, terutama di area leher, dapat memberi tekanan pada saluran napas. Hal ini membuat ruang untuk aliran udara menjadi lebih sempit dan meningkatkan kemungkinan mendengkur saat tidur. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin dapat menjadi salah satu langkah pencegahan. Dengan begitu, tekanan pada saluran napas dapat berkurang sehingga aliran udara saat tidur menjadi lebih lancar dan risiko ngorok pun berkurang.
5. Membiarkan hidung tersumbat
Pilek, alergi, maupun hidung tersumbat dapat menghambat aliran udara melalui hidung. Akibatnya, tubuh cenderung bernapas melalui mulut sehingga risiko ngorok menjadi lebih tinggi. Jika penyebabnya adalah alergi atau infeksi, penanganan yang tepat dapat membantu memperlancar pernapasan saat tidur.
Kapan ngorok perlu diwaspadai?
Ngorok sesekali umumnya bukan masalah kesehatan besar. Namun, jika dengkuran terjadi hampir setiap malam, sangat keras, atau disertai jeda napas, tersedak, hingga rasa kantuk berlebihan pada siang hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif.
Gangguan ini dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga stroke apabila tidak ditangani.
Jika ngorok mulai mengganggu kualitas tidur atau disertai gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut mengenai kebiasaan yang menyebabkan ngorok juga dapat membantu menentukan penanganan yang paling sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....