Polda Sumut Bongkar Pengiriman 15 Kg Sabu Modus Towing Moge

  • 31 Agt 2026 22:02 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar pengiriman narkotika jenis sabu dengan modus jasa ekspedisi kendaraan. Polisi menyita 15 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam truk towing pengangkut motor gede atau moge.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial HW dan PK. Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Pol Andy Arisandi mengatakan pengungkapan bermula dari informasi adanya penyelundupan sabu yang akan melintas di wilayah Sumatera Utara. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan truk towing yang membawa kendaraan mewah tersebut.

Setelah melakukan pengintaian, petugas menghentikan truk di kawasan Besitang. Polisi kemudian memeriksa kendaraan dan menemukan sabu di bagian dalam truk, tepatnya di area sekitar ruang sopir dan kernet.

“Barang tersebut dibungkus dalam bentuk kardus. Kemudian berdua, kernet dengan sopir, meletakkan di bagian kompartemen di dalam mobil towing,” kata Andy, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sabu tersebut dipisahkan menjadi beberapa bagian untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan. Barang bukti itu terdiri dari paket yang masing-masing memiliki berat sekitar tujuh dan delapan kilogram.

Andy mengatakan pengiriman narkoba menggunakan jasa ekspedisi khusus kendaraan seperti ini tergolong jarang ditemukan. Modus tersebut diduga dipilih untuk menghindari perhatian petugas selama perjalanan melalui jalur darat.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sabu tersebut rencananya dikirim ke Jakarta bersama kendaraan yang diangkut menggunakan truk towing. Kedua tersangka mengaku mendapat perintah dari seseorang di Aceh berinisial BS.

Atas perintah tersebut, HW dan PK dijanjikan upah sebesar 100 juta rupiah apabila berhasil mengantarkan narkotika sampai tujuan. Polisi kini masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....