Safrilla Soroti Penangkapan Pelodes, Polisi Diminta Buru Otak Sindikat

  • 14 Mei 2026 04:49 WIB
  •  Medan

RRI, CO ID, Medan - Aktivis Kota Tanjungbalai, Safrilla Sitorus, menyoroti penangkapan 36 pelaku penipuan daring atau “pelodes” oleh kepolisian. Ia meminta aparat segera menangkap bandar atau otak utama jaringan yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Safrilla menilai penangkapan tersebut menjadi langkah awal penting dalam memberantas praktik penipuan daring di Kota Tanjungbalai. Menurutnya, aktivitas pelodes telah merugikan masyarakat dan mencoreng citra daerah.

“Banyak masyarakat menjadi korban penipuan dan kehilangan uang hasil kerja keras mereka. Praktik pelodes harus benar-benar diberantas,” kata Safrilla, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menyebut sebagian korban kehilangan tabungan akibat tergiur berbagai modus penipuan daring. Selain kerugian materi, korban juga mengalami tekanan mental karena merasa dibohongi.

Safrilla mengatakan kasus penipuan daring membuat sebagian masyarakat kehilangan rasa percaya terhadap transaksi online. Dampaknya dinilai menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami bersyukur karena praktik pelodes mulai ditindak aparat kepolisian. Namun persoalan ini belum selesai karena bandar utamanya masih ada yang DPO,” ujarnya.

Menurut Safrilla, aparat penegak hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan saja. Ia meminta polisi memburu pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan penipuan tersebut.

“Bandar atau kepala lodes yang masih DPO harus segera ditangkap. Jangan sampai masyarakat menilai kasus ini hanya menyentuh pelaku kecil,” ucapnya, tegas

Safrilla juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan daring yang terus berkembang. Ia berharap penanganan kasus tersebut menjadi momentum membersihkan Kota Tanjungbalai dari praktik penipuan yang meresahkan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....