IHSG Terpuruk Awal Pekan, Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 Per Dolar AS

  • 29 Sep 2026 13:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin menyebut dalam sepekan kedepan ada banyak agenda ekonomi penting yang akan dirilis baik dari dalam maupun luar negeri. Dari tanah air akan ada rilis data inflasi yang akan menjadi salah satu acuan bagaimana pasar melihat kemungkinan perubahan suku bunga acuan kedepan.

Meksipun demikian, data inflasi diproyeksikan tidak akan banyak memberikan perubahan besar pada kinerja sektor keuangan di tanah air. Selain itu, ada data indeks manufaktur China dan data inflasi AS yang juga akan dirilis dalam sepekan kedepan.

"Data tersebut akan menunjukan bagaimana kemungkinan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed kedepan. Inflasi AS yang membukukan kenaikan akan membuat The Fed atau Bank Sentral AS kian dekat dengan kebijakan pengetatan moneter hingga tutup tahun 2026," ucap Gunawan, Senin 28 September 2026.

Diluar data tersebut, pelaku pasar tentu akan disuguhi dinamika geopolitik di kawasan timur tengah. Dan di awal pekan ini tensi geopolitik masih belum padam dan eskalasinya kembali meningkat.

"Harga minyak mentah jenis Brent kembali naik dan diperdagangkan di kisaran $106.7 per barel pada perdagangan pagi ini. Kenaikan harga minyak mentah tersebut menjadi sentimen buruk bagi pasar keuangan di awal pekan," ujar Gunawan.

Mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah. IHSG di sesi pembukaan perdagangan juga terpantau turun di level 6.209.

"Bahkan sejauh ini IHSG sudah berada di bawah level psikologis 6.200. Tekanan pasar keuangan domestik tidak berhenti disitu, mata uang rupiah juga melemah ke level 17.950 per US Dolar," kata Gunawan.

Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini nyaris sentuih 18 ribu per US Dolar. Imbal hasil US Treasury juga masih bertengger di atas 5.2 persen, yang menunjukan tekanan jual di pasar surat hutang masih berlanjut. Tekanan ini bisa merembet pada pasar obligasi negara lain karena ada perebutan likuiditas yang semakin ketat.

Pada perdagangan hari ini rupiah sangat berpeluang untuk ditransaksikan di level 18 ribu, dan berpeluang membuat IHSG menguji level 6.150. Disisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level $4.215 per ons troy, atau sekitar 2.4 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....