Minyak Brent Bertahan 103 Dolar AS, Pasar Keuangan Masih Tertekan
- 19 Sep 2026 18:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, mengatakan harga minyak mentah dunia jenis Brent berada di kisaran 103 dolar AS per barel setelah laporan pasokan minyak Amerika Serikat, serta harapan pemulihan infrastruktur energi Arab Saudi dalam waktu dekat. Namun, kondisi tersebut belum menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan.
Pelaku pasar masih melihat persoalan fundamental berupa konflik regional di Timur Tengah yang belum sepenuhnya dapat diredam.
“Perang masih terus berkecamuk. Sehingga indikator penurunan harga minyak mentah belum sepenuhnya menjamin ketersediaan yang berkesinambungan di tengah potensi konflik yang kian memanas dan berpeluang meluas,” ujar Gunawan, Jumat 18 September 2026.
IHSG pada akhir pekan sempat diperdagangkan menguat, namun akhirnya berbalik arah dan lebih banyak berada di zona merah. IHSG ditutup turun 0,33 persen ke level 6.441, sementara Rupiah ditutup menguat tipis di level 17.730 per dolar AS.
Gunawan menilai pasar keuangan saat ini masih menghadapi tekanan dari inflasi dan tensi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut membuat pasar keuangan berpotensi mengalami koreksi lanjutan di tengah kenaikan suku bunga acuan.
Pasar obligasi di Amerika Serikat maupun Indonesia dinilai rentan terhadap dinamika pasar yang mendorong permintaan imbal hasil lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kinerja fiskal dan kembali memicu respons kebijakan moneter yang lebih ketat.
“Pasar keuangan atau obligasi khususnya akan menciptakan sebuah permintaan akan likuiditas jangka pendek yang rentan menciptakan capital outflow,” katanya.
Menurut Gunawan, dampak kondisi tersebut dapat dirasakan pada rupiah maupun IHSG seiring dengan dinamika kebijakan yang direspons oleh otoritas keuangan. Di sisi lain, harga emas dunia masih mampu mencatatkan kenaikan ke level 4.377 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,5 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....