Tekanan Pasar Keuangan Mereda, Harga Minyak Turun ke 105,6 Dolar AS
- 17 Sep 2026 10:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Tekanan pada pasar keuangan mulai mereda setelah Amerika Serikat menunjukkan kenaikan cadangan minyaknya. Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah turun ke kisaran 105,6 dolar AS per barel, dan berpotensi meredakan tekanan pada pasar keuangan maupun komoditas seperti emas.
“Penurunan harga minyak mentah tersebut akan meredakan tekanan pada pasar keuangan maupun pasar komoditas seperti emas,” ujar Gunawan, Kamis 17 September 2026.
IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini menguat ke level 6.455, mengikuti mayoritas bursa saham Asia yang juga bergerak di zona hijau. Meski demikian, penguatan mayoritas bursa saham Asia masih relatif tipis, sementara koreksi pada sebagian bursa juga terpantau terbatas.
Gunawan menilai kenaikan cadangan minyak AS memang dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Namun, risiko konflik yang sewaktu-waktu memburuk masih berpotensi memicu pembalikan arah dan mendorong koreksi pada IHSG maupun rupiah.
Sementara itu, rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.740 per dolar AS. Pelemahan tersebut turut dipengaruhi penguatan dolar AS setelah kebijakan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga acuan menjadi 4 persen.
Menurut Gunawan, langkah The Fed tersebut menunjukkan respons terhadap tekanan inflasi dan tekanan jual pada US Treasury dengan mengetatkan kebijakan moneternya. Kebijakan tersebut kemudian mendorong USD Index menembus level 100 dan menjadi salah satu pemicu koreksi rupiah pada perdagangan pagi.
“Kenaikan USD Index ini cukup berbahaya bagi rupiah dalam jangka panjang. Karena besar kemungkinan akan memicu demand atau permintaan imbal hasil yang lebih tinggi pada surat berharga di tanah air,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga membuka kemungkinan Bank Indonesia melakukan penyesuaian terhadap besaran suku bunga acuannya. Hal ini sejalan dengan potensi langkah kebijakan yang diambil bank sentral di negara lainnya.
Di sisi lain, harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS akibat kenaikan The Fed Fund Rate menekan harga emas ke kisaran 4.287 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,45 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....