Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, IHSG dan Rupiah Menguat

  • 05 Agt 2026 18:36 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II 2026 menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.

Gunawan mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih berada pada jalur positif.

"BPS merilis bahwa ekonomi tanah air tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut menggambarkan bahwa ekonomi masih bergerak pada jalur positif," ujar Gunawan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, IHSG merespons positif data tersebut dengan ditutup menguat 0,5 persen di level 6.351,139. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG bergerak pada rentang 6.316 hingga 6.367.

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga ditutup menguat ke level Rp17.925 per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah turut didukung oleh pelemahan USD Index yang bertahan di bawah level 100 serta penurunan harga minyak mentah dunia yang meredakan tekanan inflasi dan meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

"Pada hari ini ada banyak sentimen positif yang membuat rupiah dan IHSG bertahan di zona hijau," kata Gunawan.

Meski demikian, menurutnya, pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Volatilitas pasar ke depan diperkirakan akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah yang menjadi indikator utama respons pasar terhadap konflik di kawasan tersebut.

Gunawan menambahkan, pasar juga masih mencermati dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Meski sebelumnya kedua negara sempat mencapai kesepakatan damai, belum ada jaminan bahwa kondisi tersebut akan bertahan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Pelaku pasar akan sangat berhati-hati dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Potensi koreksi besar masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Sementara, harga emas dunia pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah ke level 4.154 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,4 juta per gram. Menurut Gunawan, pergerakan harga emas masih dipengaruhi ekspektasi terciptanya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....