IHSG dan Rupiah Menguat, Pasar Sambut Sinyal Kebijakan The Fed
- 04 Sep 2026 16:08 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan sentimen pasar keuangan domestik pada perdagangan Jumat, 4 September 2026 cukup positif setelah Bank Sentral AS memberikan sinyal tidak menaikkan suku bunga acuan dalam dua pekan mendatang. Kondisi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi kinerja IHSG dan mata uang Rupiah.
Gunawan menjelaskan, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat ke level 6.695, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia.
Menurutnya, rencana kebijakan Bank Sentral AS tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi diperkirakan lebih rendah. Kondisi itu juga dapat memberikan ruang bagi bank sentral negara lain untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya.
“Arah kebijakan Bank Sentral sejauh ini menepis kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan kebijakan moneter ketat setelah kenaikan bunga acuan,” ujar Gunawan.
Ia mengatakan, pelaku pasar sebelumnya dihantui kekhawatiran kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi memicu lonjakan inflasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengubah arah kebijakan suku bunga menjadi lebih ketat.
Namun, sinyal dari Bank Sentral AS memberikan sentimen positif bagi pasar. Kebijakan tersebut dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
“Angin segar dari rencana kebijakan Bank Sentral akan menjadi sentimen positif terhadap IHSG dan Rupiah pada perdagangan hari ini,” katanya.
Sementara, mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan menguat ke level 17.625 per dolar AS. Penguatan Rupiah berlangsung sejalan dengan sentimen positif yang berkembang di pasar keuangan global.
Gunawan menilai IHSG dan Rupiah masih berpeluang berada di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia dan sentimen global lainnya.
Di sisi lain, harga emas dunia pada sesi perdagangan pagi ditransaksikan menguat ke level 4.472 dolar AS per ons troy atau sekitar 2,54 juta rupiah per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....