IHSG Menguat Tipis, Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Geopolitik

  • 31 Agt 2026 20:27 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG masih mampu bertahan di zona hijau meski pasar keuangan domestik dibayangi sejumlah sentimen negatif. IHSG ditutup menguat tipis 0,11 persen ke level 6.525,478, sementara Rupiah justru melemah ke level Rp17.710 per dolar AS.

“IHSG ditransaksikan dalam rentang 6.476 hingga 6.528 selama sesi perdagangan berlangsung. Sesi perdagangan pertama menjadi sesi yang paling berat bagi kinerja IHSG, namun IHSG terus mencoba melawan tekanan hingga akhirnya mampu menguat tipis pada sesi penutupan,” ujar Gunawan, Senin, 31 Agustus 2026.

Sejumlah emiten yang turut memberikan kontribusi terhadap penguatan IHSG di antaranya BBRI, BBNI, BUMI, ADRO hingga ENRG.

Sementara itu, Rupiah ditutup melemah di level Rp17.710 per dolar AS setelah sepanjang perdagangan diterpa sejumlah sentimen negatif. Gunawan menyebut, kinerja USD Index dan imbal hasil US Treasury yang relatif stabil membuat pergerakan Rupiah cenderung terbatas dalam rentang Rp17.710 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Menurut Gunawan, tekanan terhadap Rupiah tidak terlepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah jenis Brent pada perdagangan sore telah berada di kisaran 91 dolar AS per barel, seiring kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.

“Sentimen negatif yang menekan Rupiah pada perdagangan hari ini tidak bisa dilepaskan dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Pelaku pasar juga mendapatkan kabar terbaru dari Timur Tengah, di mana AS kembali melakukan serangan terhadap Iran,” katanya.

Gunawan menilai dinamika geopolitik yang kembali memanas memberikan gambaran negatif terhadap prospek inflasi global. Kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan tekanan harga dan kembali memunculkan spekulasi mengenai arah kebijakan moneter bank sentral.

“Tekanan pada sisi harga berpeluang kian memburuk dan siap membalikkan arah spekulasi kebijakan moneter bank sentral ke arah pengetatan. Spekulasi kenaikan suku bunga acuan kembali mencuat,” ucap Gunawan.

Ia menambahkan, kekhawatiran pasar semakin besar karena potensi konfrontasi di Timur Tengah saat ini juga dapat berdampak terhadap negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran, seperti China dan Rusia.

Di tengah kondisi tersebut, harga emas dunia masih bergerak terbatas di kisaran 4.441 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,54 juta per gram. Gunawan mengatakan harga emas masih kesulitan untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan pada sesi perdagangan di Amerika Serikat.

“Masih ada banyak sentimen negatif terhadap emas pada perdagangan hari ini, terlebih tren kenaikan harga minyak mentah dunia masih berlanjut,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....