IHSG dan Rupiah Menguat, Pasar Nantikan Pidato Gubernur Bank Sentral AS

  • 28 Agt 2026 15:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi pembukaan perdagangan pagi. IHSG menguat ke level 6.535, setelah pada perdagangan sebelumnya juga mampu bertahan di zona hijau di tengah aksi demonstrasi.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan penguatan IHSG sejalan dengan kinerja positif mayoritas bursa saham di Asia. Sementara, nilai tukar Rupiah turut menguat ke kisaran Rp17.670 per dolar AS.

“Setelah menguat di tengah aksi demonstrasi pada perdagangan sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan penguatan di tengah kinerja positif mayoritas bursa saham di Asia,” ujar Gunawan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, pelaku pasar saat ini menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS yang diperkirakan menjadi salah satu sentimen utama pergerakan pasar selanjutnya. Sementara itu, minimnya agenda ekonomi penting di kawasan Asia membuat perhatian investor masih tertuju pada perkembangan geopolitik.

“Sentimen pasar masih akan tertuju pada dinamika geopolitik yang tergambar dari pergerakan harga minyak mentah dunia,” katanya.

Gunawan menyebut harga minyak mentah jenis Brent sejauh ini bergerak stabil di kisaran 88 dolar AS per barel. Kondisi geopolitik juga relatif terkendali, terutama setelah adanya kesepakatan antara Oman dan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Meski sebelumnya Amerika Serikat memberikan ancaman sanksi ekonomi yang lebih besar terhadap Iran, situasi geopolitik belakangan ini dinilai tidak banyak diwarnai aksi saling serang. Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan.

“Situasi politik di Selat Hormuz sejauh ini masih menjadi angin segar bagi pasar keuangan,” ucap Gunawan.

Selain itu, sejumlah indikator keuangan AS juga bergerak stabil. USD Index berada di kisaran level 99,17, sementara harga emas dunia bergerak di sekitar 4.583 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,6 juta per gram.

Gunawan memperkirakan pasar keuangan dan komoditas akan bergerak cenderung terbatas atau sideways hingga sesi penutupan perdagangan. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya sentimen baru serta tekanan geopolitik yang relatif mereda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....