SimPel Jadi Sarana Edukasi Keuangan sejak Dini
- 20 Agt 2026 19:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, mengatakan penguatan budaya menabung sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang cerdas mengelola keuangan. Bank Sumut terus mendorong upaya tersebut melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) dan kegiatan literasi keuangan di sekolah.
Hal itu disampaikan Heru dalam puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, pada Rabu, 19 Agusus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan sinergi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara.
Heru mengatakan Hari Indonesia Menabung tidak hanya menjadi momentum untuk mengajak pelajar menyisihkan uang. Menurutnya, membangun masyarakat yang cerdas dan inklusif secara keuangan membutuhkan kolaborasi, konsistensi, serta langkah nyata berbagai pihak.
“Bagi kami, SimPel bukan hanya produk tabungan. SimPel adalah sarana untuk mengenalkan anak-anak kepada layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang, mengelolanya dengan baik, dan belajar bertanggung jawab terhadap keputusan keuangan,” katanya.
Hingga Agustus 2026, Bank Sumut telah melaksanakan 155 kegiatan literasi keuangan dengan melibatkan 143 sekolah. Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung 68 unit kantor Bank Sumut yang tersebar di berbagai wilayah.
Kegiatan literasi tersebut menjangkau berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 75 sekolah dasar, 65 SMP sederajat, 49 SMA sederajat, serta sembilan TK sederajat. Heru mengatakan seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk menanamkan budaya menabung kepada anak sejak dini.
Seiring perkembangan teknologi, Bank Sumut juga akan mengembangkan materi edukasi keuangan kepada pelajar. Materi tersebut mencakup pengenalan layanan digital, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta keamanan dalam melakukan transaksi.
Menurut Heru, kemampuan mengelola keuangan tidak dapat dibangun melalui satu kegiatan, sehingga edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi pemerintah daerah, OJK, TPAKD, sekolah, guru, orang tua, dan lembaga jasa keuangan dinilai penting untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
“Tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk menabung, karena yang paling penting bukan seberapa besar yang kita tabung, tetapi seberapa konsisten kita menabung untuk membangun kebiasaan,” ujarnya.
Heru berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam merencanakan masa depan dan mengambil keputusan keuangan. Bank Sumut, menurutnya, akan terus berkolaborasi bersama masyarakat dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....