Rico Waas Kenalkan QRESTO kepada Tanjungpinang untuk Tingkatkan PAD

  • 13 Jun 2026 19:27 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja dari Wali Kota Tanjungpinang beserta jajaran, di Balai Kota, Kamis, 11 Juni 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru dan sinkronisasi implementasi inovasi teknologi keuangan terbaru, yaitu Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto).

Pertemuan ini menjadi ajang saling berbagi (sharing) strategi oleh kedua pimpinan daerah dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menutup celah kebocoran pajak daerah. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan dalam mengelola APBD kota Medan yang mencapai kurang lebih Rp7 triliun, Pemko Medan terus berinovasi agar sektor pendapatan daerah, seperti pajak hotel, restoran, hiburan, hingga PBB dapat terkelola secara maksimal.

Rico memaparkan sistem pungutan pajak restoran 10 persen (PB1) selama ini rawan kebocoran, akibat metode self-assessment (pelaporan mandiri oleh wajib pajak) maupun manipulasi alat tapping box.

"Selama ini banyak restoran yang lapor sendiri. Pakai tapping box pun terkadang bisa dimatikan atau mereka membuat buku laporan ganda, datanya jadi tidak valid. Jadi kita tidak hanya bicara mencari pendapatan baru, tapi bagaimana agar PAD yang harusnya masuk ke kas daerah tidak bocor ke mana-mana," kata Rico.

Ia mengatakan melalui kerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Bank Sumut, Rico Waas mengatakan Pemko Medan telah melahirkan inovasi Qresto yang resmi diluncurkan pada 27 April lalu. Sistem ini menggunakan teknologi split payment otomatis berbasis kode QRIS yang langsung memisahkan nominal transaksi pada saat konsumen melakukan pembayaran.

"Artinya, begitu konsumen membayar, sistem langsung memecah (splitting) dana seketika. Sepuluh persen pajak langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemko Medan, sementara hak pemilik restoran langsung masuk ke rekening usaha mereka, sehingga menutup total potensi manipulasi data," ucapnya.

Untuk itulah, orang nomor satu di Pemko Medan itu mengajak pemerintah daerah lain, termasuk Kota Tanjungpinang, untuk bersama-sama mengadaptasi sistem ini secara luas. Dengan inovasi QRESTO, Pemko Medan optimistis persentase PAD dari sektor pajak akan meningkat signifikan.

Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyampaikan ketertarikannya terhadap langkah inovatif yang diinisiasi oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Terutama terkait implementasi sistem QRESTO.

"Kami melihat Kota Medan adalah salah satu daerah yang paling berhasil dalam meningkatkan PAD nya. Kehadiran kami di sini adalah dalam rangka memperlajari beberapa inovasi pungutan pajak yang akan kami coba untuk diterapkan, termasuk apa yang disampaikan Pak Wali tadi," ujarnya.

Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari pihak Bank Indonesia mengenai cara mengoneksikan sistem QRESTO dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) setempat, agar bisa segera diimplementasikan di Kota Tanjungpinang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....