OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Sumut

  • 20 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara, Triyoga Laksito, mendorong generasi muda meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan seiring semakin luasnya akses terhadap produk dan layanan keuangan. Hal itu disampaikannya dalam Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Triyoga mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam masa depan perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, sekitar 110 juta atau 39 persen dari lebih 284 juta penduduk Indonesia merupakan generasi muda.

Namun, tingginya akses terhadap layanan keuangan dinilai perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara tepat. Triyoga menyebut tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 62,72 persen, sementara tingkat inklusi keuangan telah mencapai 92,74 persen.

“Adanya perbedaan yang cukup besar ini berpotensi seseorang menggunakan layanan keuangan secara kurang bijak. Ini tugas kita bersama untuk memperkecil gap antara pengetahuan dan keterlibatan dalam menggunakan layanan maupun produk keuangan,” katanya.

Menurut Triyoga, OJK bersama pemerintah terus mendorong budaya menabung melalui berbagai program, di antaranya Simpanan Pelajar (SimPel) dan Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi sekaligus akses keuangan bagi generasi muda.

Triyoga menyampaikan, sebanyak 59,64 juta rekening pelajar telah tercatat secara nasional dengan total nilai sekitar Rp29,13 triliun. Capaian tersebut menunjukkan sekitar 88,36 persen pelajar di Indonesia telah memiliki rekening.

Selain memperluas kepemilikan rekening, edukasi keuangan juga terus dilakukan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Dalam pemaparannya, Triyoga menyebut edukasi telah menjangkau 80,74 persen kabupaten/kota di Indonesia dan menghasilkan sekitar 129 juta views.

Ia menjelaskan kebiasaan menabung tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian. Dana yang dihimpun lembaga keuangan dapat kembali disalurkan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk pembiayaan usaha yang berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan.

Karena itu, Triyoga mengajak pelajar mulai menabung secara konsisten tanpa mempersoalkan besar kecilnya jumlah yang disisihkan. Generasi muda juga didorong menjadi bagian dari penyebaran literasi keuangan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Jadikan menabung bukan hanya sekadar kebiasaan, tapi sebuah budaya yang mengakar di hati kita semua. Budaya yang akan membentuk generasi muda Indonesia menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....