OJK dan ILO Perluas Akses Pembiayaan Peternak lewat Sistem ERP

  • 15 Jun 2026 21:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk memperluas akses pembiayaan peternak sapi perah di Jawa Timur. Program ini diluncurkan di Koperasi Agro Niaga Jabung, Kabupaten Malang, Kamis, 11 Juni 2026.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif PROMISE 2 IMPACT yang melibatkan berbagai lembaga internasional dan pemerintah. Tujuannya untuk memperkuat digitalisasi, rantai nilai usaha, dan inklusi keuangan bagi UMKM peternakan.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso mengatakan program ini menjawab tantangan akses pembiayaan yang dihadapi peternak. Ia menjelaskan banyak peternak kesulitan mengakses pembiayaan akibat keterbatasan data usaha yang valid dan terdokumentasi. Kondisi ini menyebabkan profil usaha dan kapasitas produksi tidak terlihat jelas oleh lembaga keuangan.

“Para peternak kerap menghadapi hambatan akibat keterbatasan data yang valid dan tidak terdokumentasi dengan baik,” ucap Adi. Ia menegaskan digitalisasi menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan informasi tersebut.

Melalui sistem ERP, data produksi dan keuangan koperasi dapat tercatat secara real time dan lebih akurat. Sistem ini diharapkan memperkuat transparansi dan efisiensi pengelolaan usaha peternakan.

Adi menyebut integrasi ERP dengan pemeringkat kredit alternatif akan membangun profil kredit peternak yang lebih objektif. Langkah ini mempermudah peternak mengakses layanan keuangan formal.

“Data ERP dapat membangun profil kredit peternak secara lebih inklusif dan akurat,” ujar Adi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi teknologi dan sektor keuangan.

Direktur ILO Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh menilai digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha. Ia menyebut kemitraan ini membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder mengatakan penguatan pelaku usaha lokal menjadi fondasi pembangunan ekonomi. Ia menegaskan dukungan terhadap kemitraan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Program ini diharapkan memperkuat akses keuangan peternak sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis digital. OJK menegaskan komitmen untuk memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan di sektor riil.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....