OJK Sumut Gelar Puncak Hari Indonesia Menabung di SRT 2 Medan
- 19 Agt 2026 17:29 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut) menggelar Puncak Hari Indonesia Menabung bertema Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan. Kegiatan berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Kepala OJK Sumut, Triyoga Laksito mengatakan, sekitar 39% penduduk Indonesia merupakan generasi muda yang akan menjadi pilar perekonomian di masa mendatang. Menurutnya, besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memahami dan mengelola keuangan.
Triyoga menyebut literasi keuangan Indonesia saat ini mencapai 62,72%, sementara inklusinya sudah mencapai 92,74%. Kesenjangan tersebut berpotensi membuat masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan tanpa pemahaman yang memadai, sehingga edukasi keuangan sejak usia sekolah perlu terus diperkuat.
“Ini tugas kita bersama-sama pada hari ini untuk memberikan literasi kepada adik-adik siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan untuk memperkecil gap antara pengetahuan dan keterlibatan siswa-siswa dalam menggunakan layanan maupun produk keuangan,” ucapnya.
Triyoga menyebut, OJK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong budaya menabung melalui program Simpanan Pelajar atau SimPel dari Bank Sumut, serta Satu Rekening Satu Pelajar dalam Program KEJAR. Triyoga berharap menabung tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengatakan Hari Indonesia Menabung bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menanamkan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik dan menabung sejak dini.
“Menabung dapat dimulai dari jumlah yang kecil, dilakukan secara rutin, dan yang paling penting dilakukan dengan tujuan yang baik. Sisihkan sebagian untuk ditabung, dari sana kita belajar membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan,” ujar Surya.
Surya mengajak para siswa mulai menabung tanpa harus menunggu memiliki banyak uang. Ia juga mengingatkan generasi muda agar bijak mengambil keputusan keuangan, tidak mudah tergoda, serta berani menolak berbagai bentuk penipuan dan layanan keuangan ilegal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....