Pemprov Sumut Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda
- 20 Agt 2026 19:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda.
Upaya tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat membacakan sambutan Gubernur Sumut pada Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Kota Medan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Surya mengatakan perkembangan teknologi telah membuat berbagai layanan keuangan semakin mudah dijangkau masyarakat. Namun, kemudahan akses tersebut harus diikuti pemahaman agar layanan keuangan dapat digunakan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan tercatat lebih tinggi, yakni 80,51 persen.
“Angka ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah semakin luas, tetapi kemampuan memahami dan menggunakan layanan tersebut secara tepat, aman, dan bertanggung jawab masih perlu terus diperkuat,” katanya.
Menurut Surya, pemahaman mengenai produk keuangan menjadi semakin penting di tengah berkembangnya berbagai layanan berbasis digital. Pelajar diminta mengenali produk sebelum menggunakannya, tidak sembarangan memberikan data pribadi, serta mewaspadai investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal.
Surya juga meminta generasi muda memastikan legalitas layanan keuangan yang digunakan dan mengutamakan produk resmi. Jika menemukan layanan yang belum dipahami, pelajar didorong mencari informasi kepada orang tua, guru maupun pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Surya menyampaikan capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara melalui Program Kerja “Siswa Teladan”. Sepanjang 2025, program tersebut menyasar 10 sekolah dan berhasil merealisasikan pembukaan 3.516 rekening pelajar.
Selain itu, sebanyak 46 kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan telah dilaksanakan di 23 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 23.414 pelajar.
| Baca juga: Raih WTP, Bupati Langkat: Jangan Cepat Puas |
“Capaian ini menunjukkan bahwa memperkuat budaya menabung membutuhkan kerja bersama. Tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau OJK. Kita membutuhkan keterlibatan sekolah, guru, orang tua, lembaga jasa keuangan, dan tentu saja para pelajar itu sendiri,” ujarnya.
Surya mengatakan, Pemprov Sumut berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan dalam mengambil keputusan penting, termasuk dalam mengelola keuangan.
Karena itu, Pemprov Sumut mengajak OJK, Bank Sumut, lembaga jasa keuangan, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi. Edukasi keuangan juga diharapkan semakin diperluas hingga menjangkau pelajar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Surya mengatakan upaya tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi “Sumut Berkah” menuju Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia juga harus mempersiapkan generasi muda menjadi mandiri, produktif, mampu mengambil keputusan dengan baik, serta memiliki ketahanan ekonomi.
Ia berharap edukasi keuangan terus dilakukan setelah Puncak Hari Indonesia Menabung 2026. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk membentuk generasi muda Sumatera Utara yang memiliki pemahaman keuangan dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....